Harga Beras Naik, Bulog Terus Gelar Operasi Pasar
Beras. MI/BENNY BASTIANDY.
Purwokerto: Harga beras di pasaran Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang beranjak naik membuat Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas melakukan operasi pasar (OP). Bulog menjual beras medium di bawah harga pasar melalui kios-kios di pasar dan rumah pangan kita (RPK).

Salah seorang penjual beras di Tanjung, Purwokerto Selatan, Sumi, 42, mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir ada kenaikan harga beras.

"Kalau sebelumnya saya menjual beras IR 64 kelas medium seharga Rp9.500 per kilogram (kg) kini telah menjadi Rp10 ribu per kg. Bahkan ada yang menjual Rp10.200 per kg," kata Sumi dikutip dari Antara, Selasa, 20 November 2018.

Menurutnya, kenaikan harga beras akibat pasokan dari petani mulai sedikit karena saat ini  musim panenan sudah lewat dan mulai masuk pada masa mengolah tanah serta menanam padi.

Sementara Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi mengatakan bahwa pihaknya mulai menggelontorkan beras untuk OP guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Pada November saja, kami telah menggelontorkan 245 ton melalui kios-kios di pasar maupun RPK. Langkah itu kami lakukan supaya gejolak harga beras dapat dikendalikan," katanya.

Menurutnya, pihaknya menjual beras kelas medium dengan harga Rp9 ribu per kg, karena harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg.

"Kami akan terus memasok ke kios-kios maupun RPK. Sebab, Bulog Banyumas memiliki stok hingga 20 ribu ton. Kalau secara keseluruhan, total OP beras dari Januari hingga November mencapai 3.315 ton," tambahnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id