Ilustrasi (MI/HARIYANTO)
Ilustrasi (MI/HARIYANTO)

Garuda Ingin Jadi Pelopor Digital Airlines Tanah Air

Ekonomi garuda indonesia
Suci Sedya Utami • 09 Mei 2019 07:15
Banten: Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama di Tanah Air yang memberikan layanan wifi on board atau jaringan internet saat penerbangan berlangsung. Dalam konteks ini, Garuda bekerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi sebagai penyedia layanan wifi on board.
 
Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan dengan kerja sama itu Garuda nantinya hanya menyediakan pesawat tanpa mengeluarkan biaya untuk pemasangan wifi. Iwan mengatakan Garuda ingin meningkatkan loyalitas para konsumen melalui layanan wifi.
 
Apalagi, Iwan menambahkan, wifi on board bukan merupakan barang baru. Norwegian Airlines, misalnya, merupakan pesawat pertama di dunia yang menerapkan free wifi on board. Dalam hal ini, Iwan menegaskan, Garuda Indonesia ingin jadi pelopor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita ingin menjadi airlines yang dinikmati oleh masyarakat karena kita memberikan inovasi baru. Kita ingin Garuda jadi digital airlines, salah satunya ingin menampilkan wifi on board, yang nantinya akan digratiskan pada penumpang," kata Iwan dalam Public Expose Insidentil, di Hanggar GMF, Cengkareng, Banten, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Garuda berkontrak dengan Mahata selama 15 tahun. Dalam perjanjian tersebut Garuda Indonesia Group mendapatkan pendapatan tambahan sebesar USD241,9 juta sebagai kompensasi hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hak pengelolaan layanan in-flight entertainment.
 
Iwan menjelaskan Garuda bukan tanpa sebab memilih Mahata sebagai rekanan dalam penyediaan wifi on board. Iwan bilang Mahata menawarkan konsep zero investment dan revenue sharing.
 
Iwan bilang pada kerjasama sebelumnya Garuda membayar biaya wifi on board dan in-flight entertainment sehingga perseroan mendapatkan pendapatan tambahan atau ancillary revenue yang rendah. Dengan konsep kerja sama yang baru bersama Mahata, perseroan dapat meningkatkan ancillary revenue dan efisiensi biaya.
 
"Ini bisnis model baru di Garuda Indonesia, bisnis dengan Mahata enggak ada investasi, enggak ada cost. Kita lakukan invite connectivity enggak berbayar," kata Iwan.
 
Dia mengatakan revenue sharing yang akan didapatkan berasal dari advertising atau iklan. Dengan total jumlah penumpang sebesar 48 juta di tahun 2018, Garuda mengklaim sebagai market yang sanagt potensial sebagai media beriklan. Garuda percaya bisa mendapatkan pendapatan iklan yang tinggi.
 
"Buat perusahaan, revenue sharing itu bisa mengurangi cost yang luar biasa besar," tutur dia.
 
Selain itu kerja sama ini, kata Iwan juga meningkatkan nilai tambah (value added) pada pelanggan berupa fasilitas wifi gratis. Khusus in-flight connectivity merupakan fasilitas wifi gratis yang dapat diakses di ketinggian 35.000 kaki. Fasilitas wifi gratis dapat digunakan oleh penumpang untuk berbagai hal seperti streaming untuk berbagai pesan melalui media sosial.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif