Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Aura Positif Menyelimuti Dunia Usaha

Ekonomi dunia usaha ekonomi indonesia pilpres 2019
22 April 2019 08:07
Jakarta: Pelaku pasar merespons positif hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei serta hitung nyata (real count), sementara dari KPU yang menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.
 
Pelaku pasar juga optimistis pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen di era kedua Jokowi sesuai dengan prediksi yang dirilis lembaga survei Moody.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani ketika dihubungi, Minggu, 21 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hariyadi menegaskan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin tinggi sejalan dengan hasil penghitungan suara sementara tersebut. "Dari segi kepercayaan pasar tinggi sekali. Semua sudah confident, tinggal persiapan mulai expand 22 Mei nanti," katanya.
 
Pada penutupan pekan lalu pascapemilu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 25,68 poin ke level 6.507. Hal tersebut merupakan bukti dari geliat pasar saham Indonesia yang kian meningkat.
 
Hariyadi mengungkapkan para pelaku pasar kini cenderung memiliki gairah untuk berkontribusi secara langsung terhadap pasar. Hal itu kemudian memunculkan aura positif tersendiri bagi pasar di Indonesia.
 
Terlebih lagi Presiden Joko Widodo juga meyakinkan investor bahwa Indonesia dan situasi perekonomian tetap aman pascapemilu.
 
Semua orang merasa punya kepentingan untuk maju. Itu bagusnya. Auranya sangat positif. Semangatnya seperti waktu awal tax amnesty. Semua merasa punya kepedulian yang tinggi," ucapnya.
 
Diayakin aura positif tersebut akan terus berjalan sepanjang pemerintahan Jokowi di periode depan. "Pelaku pasar bukan hanya go by the flow, tapi semuanya ingin berkontribusi," ucapnya.
 
Hariyadi meyakini pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen dapat tercapai pada 2020 mengingat pada 2019 sudah memasuki pertengahan tahun. "Tahun ini mungkin 5,4-5,6 persen, ya, tapi tahun depan bisa di atas enam persen," ucapnya.
 
Moody's Investors Service sebelumnya menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan Dana Moneter Internasional (IMF), Indonesia bisa mencapai potensi pertumbuhan PDB riil sebesar 6,5 persen di 2022.
 
Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional untuk Jokowi-Ma'ruf (Repnas) Bahlil Lahadalia meyakini perekonomian Indonesia akan semakin naik di era Jokowi. "Salah satunya dibuktikan dengan masuknya investasi senilai Rp1 triliun-Rp1,2 triliun setelah pelaksanaan pemilu dan diumumkannya hitung cepat sementara." (Media Indonesia)
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif