Kuartal I-2018

Asuransi Jiwa Catat Pendapatan Premi Rp52,49 Triliun

Eko Nordiansyah 29 Mei 2018 09:58 WIB
asuransi jiwa
Asuransi Jiwa Catat Pendapatan Premi Rp52,49 Triliun
Ilustrasi. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma).
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp52,49 triliun di kuartal I-2018. Pencapaian ini mengalami pertumbuhan 23,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,58 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan pertumbuhan total pendapatan premi didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance. Sektor ini meningkat sebesar 41,1 persen dan berkontribusi sebesar 46,4 persen.

"Pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan yang meningkat, telah menopang peningkatan total pendapatan premi," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 29 Mei 2018.

Dirinya menambahkan pendapatan premi industri yang mengalami peningkatan di awal tahun ini memberikan gambaran baik bagi pertumbuhan industri. Ini juga menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa.

"Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 101 persen," kata Hendrisman.

Di sisi lain, AAJI mencatat saluran keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 19,6 persen dengan kontribusi 37,2 persen, disusul oleh distribusi alternatif yang mengalami penurunan 4,1 persen dan berkontribusi sebesar 16,5 persen di kuartal I-2018.

"AAJI berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan seluruh saluran distribusi baik keagenan, bancassurance, maupun alternatif, untuk semakin dapat menjangkau masyarakat di seluruh negeri," lanjutnya.

Sementara itu, jumlah investasi industri asuransi jiwa meningkat 16,8 persen atau Rp491,52 triliun. Kenaikan ini mempengaruhi total aset yang meningkat 15,6 persen atau senilai Rp550,08 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp475,75 triliun.

 



(AHL)