Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

BPS: Ekspor RI di Desember 2019 Capai USD14,47 Miliar

Ekonomi bps ekspor-impor
Husen Miftahudin • 15 Januari 2020 12:47
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor Indonesia pada Desember 2019 sebesar USD14,47 miliar. Secara month to month (mtm) total ekspor Desember mengalami kenaikan 3,77 persen, sementara secara year on year (yoy) tumbuh 1,28 persen.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan ekspor Desember secara bulan ke bulan terjadi lantaran melonjaknya ekspor minyak dan gas (migas) sebesar 12,09 persen. Pun pada ekspor nonmigas yang mengalami kenaikan 3,10 persen.
 
"Dilihat dari bulan Desember 2018 ke Desember 2019 penyebabnya berbeda. Kalau year on year nilai ekspor migas itu mengalami penurunan 31,93 persen. Sebaliknya untuk ekspor nonmigasnya mengalami kenaikan 5,78 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjutnya, pola perkembangan ekspor secara bulan ke bulan pada Desember 2019 juga berbeda dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Pada 2018 perkembangan ekspor di Desember turun 3,77 persen (mtm), sedangkan pada Desember 2017 juga mengalami penurunan 3,06 persen (mtm).
 
Adapun seluruh sektor ekspor Desember 2019 secara bulan ke bulan mengalami peningkatan. Sektor pertanian misalnya, ekspornya mencapai USD0,37 miliar atau tumbuh 10,24 persen (mtm) dan naik 24,35 persen (yoy).
 
"Komoditas pertanian yang membuat ekspornya meningkat kalau kita bandingkan dengan posisi November 2019, month to month itu ada buah-buahan tahunan, hasil hutan bukan kayu, tanaman obat aromatik dan rempah-rempah, serta mutiara hasil budidaya," ungkap Suhariyanto.
 
Sementara untuk tahun ke tahunnya, ekspor pertanian yang mengalami peningkatan signifikan terjadi pada komoditas buah-buahan tahunan seperti sarang burung. Kemudian hasil hutan bukan kayu, serta biji kakao.
 
Untuk industri pengolahan naik 2,57 persen (mtm). Industri pengolahan merupakan sektor dengan share ekspor terbesar, yakni sebesar 75,04 persen. Komoditas industri pengolahan yang naiknya cukup besar adalah minyak kelapa sawit, pakaian jadi atau konveksi dari tekstil, serta minyak kelapa.
 
"Untuk pertambangan month to month-nya mengalami kenaikan 4,71 persen meskipun year on year-nya mengalami penurunan 1,91 persen. Yang meningkat untuk month to month-nya ada bijih tembaga, bijih logam lainnya, aspal, dan batu kerikil," papar Suhariyanto.
 
Ekspor RI ke Amerika Serikat (AS) dari November ke Desember 2019 masih jadi yang terbesar dengan kenaikan sebanyak USD192,1 juta. Disusul India (USD95,1 juta), Malaysia (USD81,4 juta), Korea Selatan (USD68,6 juta), dan Jepang (USD52,3 juta).
 
Sedangkan ekspor RI ke Thailand anjlok paling banyak, sebesar USD111,7 juta. Kemudian Tiongkok (USD101,2 juta), Singapura (USD89,8 juta), Filipina (USD68,3 juta), dan Bangladesh (USD41,4 juta).
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif