Menteri BUMN Rini Soemarno saat berkunjung ke Auckland, Selandia Baru, bersama beberapa perusahaan BUMN. (FOTO: Metro TV/Suryopratomo)
Menteri BUMN Rini Soemarno saat berkunjung ke Auckland, Selandia Baru, bersama beberapa perusahaan BUMN. (FOTO: Metro TV/Suryopratomo)

Sambangi Auckland, Menteri Rini Dorong BUMN Jadi Pemain di Pasar Global

Ekonomi kementerian bumn
Suryopratomo • 12 Juli 2019 20:03
Auckland: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno memberikan dukungan bagi BUMN untuk berkiprah di kancah internasional.
 
Dukungan ini diberikan melalui kunjungan langsung Menteri Rini ke acara the "1st Pacific Exposition" di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Dalam event ini, beberapa BUMN di berbagai sektor industri ikut berpartisipasi menampilkan berbagai produk unggulannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menyambut baik inisiatif-inisiatif yang dilakukan BUMN untuk terus menunjukkan kiprahnya di dunia internasional serta mendorong investasi di dalam negeri," ungkap Menteri Rini.
 
Pameran investasi dan bisnis berskala Asia Pasifik ini kali pertama diadakan dan diikuti oleh 20 negara di kawasan. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demografi dan geografi, Indonesia memiliki peran strategis dalam peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan di wilayah Asia Pasifik.
 
Sambangi Auckland, Menteri Rini Dorong BUMN Jadi Pemain di Pasar Global
Menteri Rini Soemarno saat berkunjung ke Auckland, Selandia Baru. (FOTO: Metro TV/Suryopratomo)
 
"Kita punya produk-produk unggul di bidang dirgantara misalnya. Beberapa pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sudah dipasarkan di luar negeri. Lalu ada Kereta Api buatan INKA dan produk-produk lainnya. Ini yang terus kita dorong bagaimana BUMN tidak hanya menjadi pemain di pasar lokal tetapi juga di pasar global," imbuh Menteri Rini.
 
Adapun produk-produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain produk pertambangan oleh PT Antam, PT Inalum, PT Bukit Asam, dan PT Timah.
 
Sedangkan di sektor energi, ada produk-produk yang dihasilkan PT Pertamina, PT PLN, dan PT PGN. Di sektor perkebunan terdapat produk-produk dari PTPN, Perum Bulog, dan Pupuk Indonesia. Serta di sektor infrastruktur dan properti terdapat produk-produk dari PT Adhi Karya, Waskita Karya, Jasa Marga, Wijaya Karya, PT PP, dan Hutama Karya.
 
Selanjutnya di sektor industri strategis terdapat produk-produk dari PT Barata, PT Inuki, PT INKA, PTDI, PT PAL, PT Dahana, PT LEN Industri, dan PT Pindad, PT Semen Indonesia. Di sektor telekomunikasi dan percetakan terdapat produk-produk dari PT Telkom dan Peruri.
 
Lalu di sektor perbankan terdapat produk-produk PT Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Di sektor penerbangan dan pariwisata ada produk-produk dari PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura 2, PT Garuda Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan ITDC. Sementara di sektor transportasi laut terdapat produk-produk dari PT Pelni, ASDP, dan PT Pelindo I.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif