Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.
Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.

IGJ: Pemindahan Ibu Kota Belum Atasi Ketimpangan

Ekonomi pemindahan ibukota
Antara • 24 Juli 2019 04:30
Jakarta: Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan pemindahan ibu kota ke lokasi baru di luar pulau Jawa belum tentu bisa mengatasi ketimpangan karena ada berbagai hal lain yang perlu diperhatikan benar-benar oleh pemerintah.
 
"Apakah kemudian (memindahkan ibu kota) mengatasi ketimpangan? Ukurannya apa dulu," kata Direktur Eksekutif IGJ, Rachmi Hertanti kepada Antara, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Menurut Rachmi, bisa saja pembangunan yang dilakukan terkait pemindahan ibu kota malah berdampak menghilangkan sejumlah sumber penghidupan masyarakat setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila hal itu terjadi, lanjutnya, maka bisa saja menurunkan kualitas pendapatan yang diperoleh warga lokal dan otomatis bisa menjadi masalah ketimpangan baru.
 
"Yang terpenting apa konsep pembangunan merata yang dimiliki pemerintah hari ini? Baru kita bisa bicara soal keadilan ekonomi dan kesetaraan," tegasnya.
 
Sebagaimana diwartakan, Pemerintah menyatakan akan fokus kepada tiga hal sebelum merealisasikan wacana memindahkan ibu kota, guna mengurangi ketimpangan yang terjadi di Jawa dan luar Jawa.
 
"Kita lima tahun ke depan melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ketimpangan ini," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dalam acara di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Kepala Bappenas juga berpendapat bahwa ketimpangan yang terjadi antara Jawa dan luar Jawa cukup terlihat. Dia mencontohkan tentang perekonomian Indonesia, 58 persen di antaranya berpusat di Pulau Jawa. Sementara 42 persen sisanya tersebar di wilayah luar Jawa.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif