Ilustrasi toko ritel Foto : MI/Yuniar.
Ilustrasi toko ritel Foto : MI/Yuniar.

Saran APPBI Agar Industri Ritel Terus Bergairah

Ekonomi ritel
Nia Deviyana • 03 Desember 2019 05:12
Jakarta: Asosiasi Pusat Pengelola Belanja Indonesia (APPBI) menilai industri ritel masih menarik di tengah gempuran bisnis online atau dalam jaringan (daring). Namun, mal atau pusat perbelanjaan tidak bisa hanya mengandalkan promosi sebagai inovasi.
 
"Kita enggak bisa hanya mengandalkan promosi. Inovasinya harus luar biasa. Kalau dulu mal-mal mengadakan lomba menggambar, itu sekarang sudah enggak menarik. Carilah sesuatu yang hits saat ini, bisa gandeng komunitas, influencer atau artis," ujar Ketua APPBI Stafanus Ridwan kepada Medcom.id, di Green Room Metro TV, Jakarta Barat, Senin, 2 Desember 2019.
 
Ridwan melanjutkan jumlah pengunjung setia mal akan terus menyusut seiring invasi belanja daring. Karena itu, mal harus bisa menawarkan experience (pengalaman) kepada pengunjung.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang yang sedang hits itu kan selfie. Jadi mal bisa juga buat backround untuk selfie yang unik-unik supaya orang jadi senang foto. Orang jadi punya experience. Atau bisa juga supaya orang enggak bosan saat mengantre bagaimana?" imbuhnya.
 
Ridwan memproyeksi pertumbuhan industri ritel bisa mencapai 15 persen pada tahun depan, meski tidak mudah karena ada bayang-bayang resesi global.
 
"2019 kan ada pilpres dan lain-lain, ada gonjang-ganjing juga. Tapi semoga tahun depan enggak. mestinya sih lebih mulus. Walau ada dugaan bahwa pasti ada resesi, tapi kembali lagi mal ini bisa berinovasi atau enggak," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif