Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Tak Ada Kompensasi bagi Konsesi Lahan Sukanto Tanoto

Ekonomi Ibu Kota Baru
Eko Nordiansyah • 20 September 2019 18:12
Jakarta: Pemerintah memastikan tidak akan ada kompensasi yang dibayarkan untuk mengambil alih lahan konsesi yang dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Apalagi Sukanto Tanoto hanya mendapatkan konsesi hutan tanaman industri (HTI).
 
"Tidak (ada kompensasi). Kepastian hukum ya begitu, namanya konsesi itu seperti itu, bisa diambil kembali," tegas Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2019.
 
Menurutnya, tidak perlu ada negosiasi untuk mengambil alih lahan yang akan digunakan untuk ibu kota baru tersebut. Pemerintah tinggal mencabut izin konsesi lahan tanpa harus ada negosiasi terlebih dahulu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu tanah negara, kewenangannya tanah negara dalam arti HTI, HTI menurut ketentuan yang ada di Kementerian Kehutanan itu bisa dikurangi. Jadi kalau negara mau ambil, tinggal kurangi saja di peta HTI, itu menjadi tanah negara kembali, tidak perlu kita bayar kembali," jelas dia.
 
Sofyan memastikan hanya satu perusahaan milik Sukanto Tanoto yang memanfaatkan lahan konsesi di kawasan tersebut. Sementara sisanya masih dikuasai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tanpa ada pemiliknya.
 
"Kan totalnya 180 ribu hektare, termasuk yang paling penting adalah nanti kawasan hutan itu akan direhabilitasi kembali begitu masuk kawasan ibu kota, bukan cuma dibangun," ungkapnya.
 
Untuk membangun kawasan pusat pemerintahan di ibu kota baru, akan menduduki lahan seleuas 5.644 hektare (ha) yang saat ini konsesinya masih dipegang oleh PT Itci Hutani Manunggal (IHM). Grup bisnis Sukanto Tanoto ini menguasai perusahaan tersebut. Masa konsesi HTI IHM baru akan berakhir di 2042.
 
Demikian juga untuk lahan yang akan diperuntukkan bagi perumahan aparatur sipil negara, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, kampus, riset, dan fasilitas publik lainnya berada di lahan seluas 42 ribu ha. Konsesi lahan di kawasan tersebut juga masih dipegang IHM. Seluruh area tersebut berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif