Diskusi Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air (Aspersi). Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah
Diskusi Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air (Aspersi). Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah

Asosiasi Pekerja Protes Sriwijaya Upaya Pisah dari Garuda

Ekonomi garuda indonesia sriwijaya air
Eko Nordiansyah • 22 September 2019 19:56
Jakarta: Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air (Aspersi) menyesalkan sikap pemegang saham PT Sriwijaya Air melanggar Perjanjian Kerja Sama Manajemen (KSM) dengan PT Garuda Indonesia Grup. Garuda dinilai telah membantu menyelamatkan Sriwijaya dari masalah keuangan.
 
Ketua Umun Aspersi, Pritanto Ade Saputro, mengatakan perjanjian KSM dengan Garuda telah menyelamatkan Sriwijaya dari kebangkrutan pada 2018. Pritanto menyebut selama dikelola manajemen KSM kinerja perusahaan dalam hal keuangan dan operasional positif.
 
"Faktanya bahwa selama dikelola oleh manajemen hasil dari KSM, telah terjalin hubungan industrial yang harmonis dan merasa nyaman dalam melaksanakan pekerjaannya hingga berdampak pada peningkatan pelanan bagi penumpang," kata dia dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 22 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pritanto menambahkan seluruh karyawan merasakan peningkatan sisi kesejahteraan sejak dikelola manajemen KSM. Para pekerja meminta para pemegang saham mentaati perjanjian KSM dengan Garuda demi keberlangsungan perusahaan Sriwijaya.
 
"Kami menolak segala bentuk intimidasi yang dilakukan pemegang saham. Kami siap melakukan tindakan industrial apabila kekisruhan yang terjadi di PT Sriwijaya Air tidak dapat terselesaikan," tutur dia.
 
Perjanjian KSM dibuat dengan tujuan menyelematkan Sriwijaya dari kebangkrutan akibat terlilit utang dari PT Pertamina Rp942 miliar, PT BNI Rp585 miliar, dan PT GMF Rp810 miliar.
 
Rapat pemegang saham awal bulan ini, Sriwijaya memberhentikan Joseph Andriaan Saul sebagai Direktur Utama Sriwijaya. Pemegang saham juga mencopot Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan Harkandri M. Dahler dan Direktur Komersial Joeph K. Tendean. Ketiganya merupakan mantan pejabat Garuda Indonesia.
 


 

(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif