HKTI: Komoditas Pertanian Belum Mandiri
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melihat terhadap komoditas pertanian yang masih belum dapat mandiri.

"Perlu partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kebijakan untuk membantu stabilisasi harga produk pertanian, peternakan, dan perkebunan," ujar Pejabat Sementara (Pjs) HKTI Provinsi Jambi Usman Ermulan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 13 Januari 2018.

Usman mengungkapkan bila di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, HKTI akan berjuang keras membantu pertanian Indonesia umumnya, dan petani Jambi khususnya. "Kita berjuang, bersama petani bersatu untuk memajukan pertanian Jambi dan petani Jambi makmur sejahtera," ujar Usman.

Selain itu HKTI harus berpihak penuh mendukung program pertanian di setiap wilayah demi kesejahteraan petani Provinsi Jambi.

"HKTI akan komitmen mendukung program pertanian demi kesejahteraan petani di seluruh Indonesia," tambah DPN HKTI Totok Sugiyarto saat membuka musyawarah tingkat provinsi untuk menentukan calon ketua baru periode 2017-2022.

Ketua Umum HKTI Moeldoko menambahkan HKTI wajib berupaya membantu pemerintah untuk terus mensejahterakan petani Indonesia pada tahun-tahun ke depan. Beberapa hal yang sudah dilakukan yakni pertama memperbaiki tanah dengan cara memuliakan tanah yang akan digunakan untuk pertanian.

"Para petani kami arahkan untuk tidak menggunakan pupuk nonorganik lagi. Beberapa daerah yang tanahnya rusak kami perbaiki agar lebih produktif lagi," tutur Moeldoko.

Kedua, meningkatkan produktivitas pertanian nasional dengan cara petani harus berkepastian melalui teknologi. Para petani yang menggarap lahannya harus meninggalkan cara tradisional yang kurang efektif karena ada hasil panen hilang 10 persen per hektarnya.

"Kami tidak mengenal kata semoga dari lima ton menjadi sembilan ton. Kami sudah membuktikannya dengan cara melakukan penelitian dan pengembangan teknologi," pungkasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id