Komisi IV Apresiasi Ekspor Pisang 18 Ton di Halmahera Barat

Kautsar Widya Prabowo 29 April 2018 18:57 WIB
panjat pisang
Komisi IV Apresiasi Ekspor Pisang 18 Ton di Halmahera Barat
Pisang. (ANT/Rudi Mulya).
Halmahera Barat: Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja dari Kementerian Pertanian (Kementan) atas program hortikultura pada komoditas pisang di Halmahera Barat (Halbar). Pasalnya berbagai jenis pisang dapat tumbuh subur di Halbar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Michael Wattimena menjelaskan pisang yang dominan adalah jenis mulu bebe,pisang raja, pisang tanduk, pisang sepatu, dan lainnya bisa tumbuh subur di sini. Pihaknya menekankan agar pisang mulu bebe dapat menjadi komoditas unggulan dan siap masuk pasar lokal maupun ekspor.

"Saya apresiasi ke Menteri Pertanian (Mentan) Amran, telah berhasil ekspor pisang 18 ribu ton dan tidak ada impor. Kita terus mendorong agar pisang terus dikembangkan di sini,” ujarnya, saat Deklarasi Petani Sebagai Profesi Unggulan dan Kampanye Kedaulatan Pangan Lokal, melalui siaran pers, di Jailolo, Halbar, Minggu, 29 April 2018.

Lebih lanjut Wattimena menuturkan selain pisang, Kementan juga mengembangkan komoditas hortikultura seperti jeruk siem dan durian. "Tujuannya agar petani di Maluku, Maluku Utara, dan wilayah timur lainnya harus lebih sejahtera," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Suwandi saat mendampingi kunjungan kerja tersebut, mengatakan secara nasional pada 2017 luas pisang ada 90 ribu hektar (ha) dan produksinya 7,1 juta ton. Tidak ada impor pisang melainkan hanya ekspor pisang.

"Pada 2017 telah ekspor 18 ribu ton senilai Rp120 miliar ke Tiongkok, Malaysia, Jepang, Korea,  Singapura, Emirat Arab, Oman dan lainnya. Di 2018 ini diharapkan ekspornya naik lagi," tuturnya.

Suwandi menegaskan program tersebut sesuai arahan Mentan Andi Amran Sulaiman. Oleh karena itu komoditas pertanian yang dihasilkan petani harus berdaya saing, menghasilkan devisa dan mensejahterakan petani.

"Selain pisang di Halbar, juga telah dikembangkan Jeruk Siem di Tidore Kepulauan, Kepulauan Sula dan Halmahera Tengah. Juga Mangga di Tidore Kepulauan dan Durian di Morotai," tegasnya.

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id