Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Kadin: Industri Manufaktur Perlu Jadi Prioritas Investasi

Ekonomi pertumbuhan ekonomi kadin ekonomi indonesia industri manufaktur
Antara • 17 Juli 2019 11:02
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai industri manufaktur perlu menjadi prioritas investasi dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap sektor komoditas. Kondisi tersebut menjadi penting guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia agar bisa lebih baik lagi.
 
"Industri manufaktur memang harus menjadi prioritas kita karena dengan begitu kembali lagi kita akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan, kemudian meningkatkan ekspor, dan ketergantungan terhadap sektor komoditas bisa berkurang," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 17 Juli 2019.
 
Rosan menjelaskan perubahan harga komoditas dunia berada di luar jangkauan. Kalau harga komoditas sedang turun maka dampaknya membuat ekspor juga turun. Jadi memang sudah waktunya beralih ke industri manufaktur sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih stabil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati persaingan dalam sektor industri manufaktur cukup kompetitif, memang sudah seharusnya untuk berkompetisi dan keluar dari zona nyaman. Jika ini tidak dilakukan maka Indonesia akan makin ditinggalkan.
 
Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyusun langkah strategis dalam mengupayakan biaya energi yang kompetitif bagi pelaku industri, baik itu harga gas maupun tarif listrik. Langkah strategis ini guna memacu produktivitas dan daya saing sektor manufaktur.
 
"Struktur biaya energi berkaitan dengan banyak komponen, di antaranya biaya pokok, biaya transportasi, penerimaan negara bukan pajak, biaya investasi, margin, dan biaya operasional," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar.
 
Haris optimistis apabila pasokan bahan baku dan energi terjamin, aktivitas industri manufaktur akan semakin menggeliat dan memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. "Multiplier effect dari industrialisasi ini meliputi peningkatan penyerapan tenaga kerja serta penerimaan devisa dari investasi dan ekspor," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif