Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.

Penurunan Suku Bunga Kerek Permintaan di Sektor Industri

Ekonomi suku bunga industri manufaktur
Antara • 04 September 2019 11:59
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengharapkan penurunan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,5 persen akan mendongkrak permintaan dan kinerja sektor industri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Masalah selama ini yang kami lihat, permintaan yang tidak muncul secara besar. Harapannya dengan kami turunkan suku bunga, semakin memberikan fuel amunisi untuk sektor ekonomi terus tumbuh, terutama sektor manufaktur," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam sebuah seminar di Hotel Borobudur, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 4 September 2019.
 
Menurut dia, nantinya dengan permintaan domestik industri yang meningkat seperti untuk investasi, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus penurunan suku bunga acuan tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dody menjelaskan pertumbuhan sektor manufaktur dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada triwulan kedua tahun ini mencapai kisaran 3,2 persen hingga 3,3 persen.
 
Ia mengungkapkan angka tersebut baru separuh dari pertumbuhan normal sektor manufaktur yang mencapai kisaran enam hingga tujuh persen.
 
"Tidak salah ekonomi kita hanya lima persen 2019. Ini tantangan besar bagaimana kami dorong manufaktur terus tumbuh," katanya.
 
Bank sentral tersebut sebelumnya menurunkan dua kali tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate total 50 basis poin yang dilakukan dua bulan terakhir ini.
 
Kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik itu, lanjut dia, dikeluarkan BI sepanjang stabilitas nasional terjaga, meski berada di tengah tekanan eksternal dan global yang sedang berlangsung.
 
Salah satu indikator BI menurunkan suku bunga acuan yakni rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah dengan sasaran 3,5 persen plus minus satu persen yang akan tetap berada dalam sasaran tiga persen pada 2020.
 
"Kami melihat ruang penurunan suku bunga itu terbuka dan kami turunkan suku bunga dua kali sebesar 50 bps menjadi 5,5 persen dalam dua bulan terakhir ini," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif