Ilustrasi. FOTO: MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: MI/PANCA SYURKANI

Kementerian BUMN akan Rombak Komisaris dan Direksi Garuda

Ekonomi Garuda Indonesia kementerian bumn
Annisa ayu artanti • 06 Desember 2019 17:41
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan merombak habis-habisan jajaran direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia Tbk.
 
Perombakan tersebut disulut ulah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara yang terbukti menjadi pemeran utama dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson klasik di pesawat baru Garuda Indonseia Airbus A300-900 rute Toulousse Perancis ke Indonesia.
 
Staf Ahli Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya segera mengevaluasi secara keseluruhan Garuda Indonesia, termasuk jajaran direksi dan komisaris perusahaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perombakan bisa saja, sebab kita masih evalausi total Garuda," kata Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Arya mengungkapkan, banyak pengaduan yang datang kepada Kementerian BUMN mengenai bobroknya perusahaan maskapai pelat merah tersebut, diantaranya perlakuan direksi kepada karyawan dan kinerja keuangan.
 
"Laporan banyak mengenai perilaku kepada para pekerja dan ini harus evaluasi semua keuangan," sebut dia.
 
Berdasarkan catatat Medcom.id, ada beberapa dosa Garuda Indonesia saat dipimpin Ari Ashkara. Pertama memoles laporan keuangan sepanjang 2018 dan triwulan I-2019 sehingga membuat perusahaan berkode emiten GIAA itu memperoleh untung.
 
Garuda Indonesia juga pernah tersandung masalah kerja sama dengan maskapai Sriwijaya Air. Kerja sama keduanya maskapai itu retak pada awal November lalu.
 
Lalu dipenghujung tahun 2019, Ari Ashkara terbukti menyelundupkan motor Harley Davidson klasik keluaran 1972 bernilai miliaran rupiah.
 
Dalam melakukan proses pemesanan motor gede (moge) tersebut, Ari meminta bantuan seseorang berinisial IJ. IJ diduga merupakan petinggi Garuda Indonesia yang juga berada di dalam pesawat baru Garuda Indonesia tersebut.
 
Namun diakui Arya, dosa-dosa itu sebenarnya bisa tertutupi. Sebab, Kementerian BUMN menilai Ari Ashkara bagus dalam melakukan efisiensi perusahaan.
 
"Enggak mungkin secepat ini. Tapi evaluasinya menyeluruh dulu. Ini kan case kayak bencana saja. diluar perkiraan," pungkas dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif