Staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Strategi Pemerintah Melunasi Utang Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Putra Ananda • 15 Januari 2020 18:18
Jakarta: Pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi untuk menutupi utang asuransi Jiwasraya ke para nasabahnya.
 
Staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyebut ada empat rencana yang disiapkan pemerintah untuk mencicil utang Jiwasraya ke nasabah yang ditaksir mencapai Rp12,4 triliun.
 
"Kami fokus bagaimana uang nasabah bisa kembali secepatnya. Langkah pertama yang diambil ialah restrukturisasi utang-utang tertunggak Jiwasraya," kata Arya usai menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Fraksi Partai NasDem di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam melakukan upaya percepatan pelunasan utang Jiwasraya, Arya menjelaskan pihaknya akan memilah utang tersebut. Utang yang bisa langsung dibayarkan akan dibayar lebih cepat. Perusahaan-perusahaan kecil dan uang nasabah pensiunan akan diutamakan.
 
"Akan dipilah mana yang bisa ditambah jatuh temponya atau dibayar lebih lama. Yang dipercepat (pembayaran) ritel kecil dan dana pensiun," ungkapnya.
 
Kedua, pemerintah akan membentuk holding perusahaan asuransi. Kementerian BUMN masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) terkait mekanisme regulasi holding perusahaan asuransi tersebut.
 
Pembentukan holding asuransi tersebut diharapkan dapat menyuntikkan dana pinjaman segar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun bagi cashflow keuangan Jiwasraya.
 
"Kita harapkan nanti prosesnya cepat kalau PP-nya selesai. Karena tetap harus mematuhi regulasi. Kita tidak bisa bikin holding tanpa PP, maka tunggu pemerintah yang sedang bekerja keras menyelesaikan ini," jelas dia.
 
Selanjutnya, tambah Arya, akan ada gabungan dari beberapa BUMN untuk membuat anak perusahaan baru yaitu Jiwasraya Putra. Kehadiran Jiwasraya Putra diharapkan mampu memberikan kontribusi positif untuk keuangan Jiwasraya dalam kuartal pertama dan kedua 2020 ini melalui kehadiran para investor.
 
"Itu juga bisa untuk mengembalikan dana para nasabah," paparnya.
 
Arya melanjutkan, pemerintah akan melihat kembali portofolio saham investasi yang dimiliki Jiwasraya. Jika ada portofolio yang mengalami kenaikan harga, maka akan dilepas sebagai salah satu opsi tambahan biaya Jiwasraya membayar utang ke nasabah.
 
"Kita harapkan dana tunai bisa dihasilkan dari hal ini. Jadi ada empat poin ini yang akan kita lakukan terhadap Jiwasraya. Tapi secara teknis dikerjakan semua oleh teman-teman Jiwasraya juga," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif