31 Korban Lion Air Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

Husen Miftahudin 31 Oktober 2018 18:56 WIB
bpjs ketenagakerjaanLion Air Jatuh
31 Korban Lion Air Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan
Lion Air. Dok : AFP.
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan sedang mengecek data korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hingga saat ini, baru 31 penumpang Lion Air JT 610 yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengakui jumlah tersebut masih bersifat data awal. Sebab, data tersebut hanya berdasar pada manifest penumpang pesawat Lion Air JT 610.

"Untuk sementara ini sebanyak 31 orang sudah teridentifikasi sebagai peserta dengan rincian 28 orang tertimpa kecelakaan kerja dan tiga orang lainnya dijamin dalam program Jaminan Kematian (JKm)," ujar Agus di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 31 Oktober 2018.

Sebagian besar 31 orang pekerja yang terverifikasi mengalami kecelakaan kerja merupakan awak kabin, pilot dan co-pilot, petugas maintenance pesawat, pegawai perusahaan BUMN, serta pegawai perusahaan swasta. 

"Kami butuh dukungan dari keluarga dan juga perusahaan agar melaporkan kepada kami jika ada anggota keluarga atau rekan kerja yang termasuk dalam manifest jatuhnya pesawat JT610. Laporan ini akan mempercepat proses verifikasi kepesertaan yang kami lakukan agar hak ahli waris dapat segera kami sampaikan," tutur dia.

Agus menambahkan pihaknya saat ini masih melakukan proses verifikasi terkait kepesertaan para korban di BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, pihaknya juga melakukan verifikasi terkait manfaat program yang akan diterima ahli waris. 

"Jika pekerja yang menjadi korban sedang dalam melakukan perjalanan dinas, maka kami akan menetapkan kejadian ini sebagai kecelakaan kerja. Namun apabila sebaliknya, maka akan mendapatkan manfaat dari program JKm," papar Agus.

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan bagi pekerja dari risiko kecelakaan saat bekerja atau bertugas. Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli waris berhak atas santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan dan juga beasiswa untuk satu orang anak pekerja.

Namun untuk kejadian meninggal dunia di luar kecelakaan kerja, ahli waris akan diberikan santunan kematian sebesar Rp24 juta. Sementara jika kepesertaan telah mencapai lima tahun, maka akan diberikan beasiswa untuk satu orang anak.

"Selain manfaat atas program JKK dan JKm, saldo JHT (Jaminan Hari Tua) juga akan diberikan kepada ahli waris yang sah. Kami jga memohon kepada pihak perusahaan peserta agar membantu keluarga korban yang tertimpa musibah dalam menyelesaikan administrasi yang terkait dengan klaim BPJS Ketenagakerjaan," pungkas Agus.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id