Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Kemenperin Targetkan Ekspor Mobil Naik hingga 15%

Ekonomi ekspor-impor
Ilham wibowo • 25 April 2019 16:48
Jakarta: Kementerian Perindustrian (kemenperin) membidik jumlah ekspor mobil pada 2019 akan menembus 400 ribu unit. Proyeksi kinerja tersebut naik 15,6 persen dibanding capaian 2018 sebesar 346 ribu unit.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan pasar otomotif terus tumbuh. Permintaan konsumen luar negeri terutama di ASEAN terus tumbuh ditambah terbukanya pasar baru seperti di Australia.
 
"Pasar ASEAN masih sangat potensial. Sekarang, ekspor mobil Indonesia terbesar di antaranya ke Filipina dan Vietnam, bahkan pasar di Thailand juga mulai terbuka," kata Airlangga melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menperin menyampaikan pasar Australia merupakan peluang besar dalam peningkatan ekspor mobil Indonesia. Hal ini merupakan hasil negosiasi yang sudah ditandatangani dari perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif di antara kedua negara.
 
"Pemerintah tentu masih menunggu ratifikasi parlemen kedua belah pihak. Tetapi apabila sudah diratifikasi, potensi untuk ekspornya terbuka, termasuk kendaraan yang electric vehicle, pemerintah Australia juga memberi prioritas," paparnya.
 
Menurut Airlangga industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang sudah memiliki struktur dalam di Indonesia, mulai dari hulu sampai hilir.
 
“Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine itu sudah diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen, Ini yang menjadi andalan ekspor kita,” tuturnya.
 
Potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai USD13,76 miliar sepanjang 2018. Saat ini empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global.
 
"Dalam waktu dekat, ada beberapa principal otomotif lagi yang bergabung dan akan menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur otomotif di wilayah Asia. Apalagi industri ini menyerap tenaga kerja yang banyak, lebih dari satu juta orang," ujar Airlangga.
 
Industri otomotif juga saat ini terpilih menjadi bagian dari lima sektor manufaktur andalan dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Selain mendapat prioritas pengembangan untuk lebih berdaya saing global, pemerintah juga mendorong industri otomotif siap memasuki era industri 4.0.
 
"Di dalam roadmap tersebut, ditargetkan pada tahun 2030, Indonesia dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle untuk pasar domestik maupun ekspor," ungkapnya.
 
Pemerintah menargetkan sebanyak 20 persen dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi tenaga listrik pada 2025. Proyeksi ini guna mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030, sekaligus menjaga kemandirian energi nasional.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif