Direktur Utama Pegadaian Sunarso (MI/PERMANA)
Direktur Utama Pegadaian Sunarso (MI/PERMANA)

Pegadaian Kembali Raih BUMN Keuangan Terbaik

Ekonomi pegadaian
20 Desember 2018 10:16
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) untuk ketiga kalinya terpilih sebagai BUMN Terbaik untuk sektor keuangan bidang pembiayaan dan keuangan lainnya dalam acara penganugerahan Tokoh Finansial Indonesia (TFI) ke-15. Pencapaian itu karena Pegadaian berhasil mengusung inovasi dan strategi baru dalam pengembangan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.
 
Penghargaan ini diberikan oleh Majalah Investor kepada Pegadaian atas kinerja BUMN dengan menggunakan penilaian kualitatif, sumber informasi sekunder, dan diskusi intensif di antara dewan juri.
 
Adapun para dewan juri yakni Ekonom Aviliani, Dewan Audit OJK Hotbonar Sinaga, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia Suheri, Firmanzah Rektor Paramadina, dan Ketua Kajian Asosiasi Emiten Indonesia Gunawan Tjokro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika semua industri keuangan dituntut untuk survive karena berbagai tantangan lokal maupun global, Pegadaian tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif, sehingga dinilai layak menjadi inspirasi bagi perusahaan lain," ungkap Direktur Utama Pegadaian Sunarso, disela-sela penganugerahan TFI dan BUMN Terbaik ke-15, Kamis, 20 Desember 2018.
 
Sunarso menambahkan penghargaan ini diberikan kepada Pegadaian karena dinilai sigap dalam menghadapi disrupsi dan turbulensi. "Ketika lingkungan bisnis keuangan mengalami perubahan yang dinamis, Pegadaian mampu terus bertumbuh dan melakukan transformasi bisnis," tuturnya.
 
Menurutnya penghargaan ini tidak hanya menjadi motivasi bagi jajaran pimpinan Pegadaian, melainkan segenap karyawan untuk terus menciptakan inovasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Terlebih Pegadaian merupakan perusahaan yang bergerak di industri keuangan nonbank, yang berubah dengan cepat dan sangat kompetitif di era digital.
 
Ia meyakini penghargaan ini menjadi pembuka jalan Pegadaian untuk melantai di bursa pada 2022. Saat ini, Pegadaian sedang merampungkan proses transformasi dan mempersiapkan aksi korporasi tersebut, sekaligus menunggu izin dari Kementerian BUMN.
 
"Pegadaian menjadi perusahaan terbuka bukan hanya untuk mencari pendanaan baru, tapi untuk meningkatkan manajemen perusahaan guna lebih profesional dan transparan," kata Sunarso.
 
Hingga kuartal III-2018, Pegadaian mencatat laba bersih sebesar Rp1,98 triliun atau tumbuh sebanyak 6,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yang sebesar Rp1,86 triliun. Pada periode yang sama pendapatan usaha meningkat 9,37 persen atau sebesar Rp8,47 triliun. Sementara beban usaha turun menjadi Rp5,01 triliun.
 
Posisi Outstanding Loan (OSL) hingga September 2018 mencapai Rp39,68 triliun atau meningkat dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 sebesar Rp36,360 triliun. Dari sisi aset, perseroan mampu membukukan kenaikan 7,93 persen yoy dari Rp47,83 triliun menjadi Rp51,62 triliun.
 
Sementara itu, kinerja yang positif lainnya juga ditunjukkan dengan penurunan angka Non Performing Finance (NPF) gross atau kredit bermasalah menjadi 1,8 persen dan NPL nett 0,2 persen. Sedangkan Return on Equity (ROE) dan Return On Assets (ROA) masing-masing tumbuh 13,8 persen dan 5,1 persen.
 
Untuk target laba bersih ditargetkan naik menjadi Rp2,7 triliun dibandingkan dengan posisi 2017 yang sebesar Rp2,5 triliun. Selain itu, Pegadaian menargetkan aset meningkat menjadi Rp58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp10 triliun menjadi Rp48,3 triliun.
 
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif