OJK Pastikan Perbankan Bisa Bersaing dengan Fintech

Angga Bratadharma 20 Oktober 2018 10:58 WIB
ojkfintech
OJK Pastikan Perbankan Bisa Bersaing dengan <i>Fintech</i>
Ilustrasi. (FOTO: MI/Adam Dwi)
Bogor: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya menjaga industri perbankan di Indonesia tidak kalah bersaing dengan perushaan teknologi atau financial technology (fintech). Hal ini sejalan dengan fungsi dan tugas OJK yang dimandatkan untuk mengawasi dan mengatur industri jasa keuangan di Indonesia tanpa terkecuali.

Kepala Departemen Penelitan dan Pengaturan Perbankan OJK Antonius Hari PM tidak menampik masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening di bank. Bahkan, kepemilikan nomor handphone di Indonesia mampu melebihi jumlah rekening di Tanah Air. Padahal, masyarakat yang memiliki rekening bisa memudahkan sesorang mengakses kredit.

"Kalau seseorang tidak memiliki rekening maka ketika meminjam akan sulit karena tidak ada profil risikonya. Nah, akhirnya mereka ke lembaga keuangan yang memberikan bunga tinggi, termasuk rentenir dan juga fintech," kata Antonius, dalam Pelatihan dan Gathering Media Massa Jakarta, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Baca: OJK Kawal Pertumbuhan Tekfin

Antonius tidak memungkiri perkembangan digital terus terjadi dari waktu ke waktu, termasuk fintech. Kondisi ini harus diperhatikan oleh industri perbankan agar tidak tertinggal dengan fintech. Dalam hal ini, ia memastikan, OJK terus memberikan fasilitas dan peluang agar industri perbankan di Indonesia bisa bergerak bebas tanpa harus keluar dari aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, OJK siap bergerak cepat dan mengimbangi perkembangan teknologi finansial agar industri perbankan benar-benar mampu bersaing. Hal itu dianggap penting lantaran fintech bisa menjalankan sejumlah fungsi seperti yang dimiliki fungsi perbankan dan asuransi. Untungnya, sekarang ini fintech berada di bawah pengawasan OJK.

"Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul lembaga keuangan baru yang berbasis teknologi yang juga dapat melayani berbagai transaksi keuangan. Bahkan, fintech bisa melakukan fungsi bank dan asuransi. Untungnya, fintech kita atur dan juga crowdfunding yang equity," tuturnya.

OJK hingga saat ini mengawasi 73 penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau fintech peer-to-peer lending. Dari jumlah tersebut, satu perusahaan sudah berizin, sedangkan 72 sisanya berstatus terdaftar. Adapun kewenangan status terdaftar dan berizin untuk operasional tetap sama.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id