Illustrasi. Dok: MI.
Illustrasi. Dok: MI.

Nilai Perdagangan RI-AS Bisa Capai USD50 Miliar/Tahun

Ekonomi perdagangan indonesia-as
15 Januari 2019 15:27
Washington: Nilai perdagangan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berpotensi mencapai USD50 miliar per tahun atau hampir dua kali lipat dari nilai saat ini sebesar USD25,92 miliar per tahun.
 
"Tidak semua statistik menampilkan potensi perdagangan yang sesungguhnya," kata Dubes RI untuk AS Budi Bowoleksono saat ditemui di KBRI Washington DC, Amerika Serikat, Senin waktu setempat atau Selasa dikutip dari Antara, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Menurut Budi target mencapai perdagangan USD50 miliar per tahun bukanlah hal yang ambisius, tetapi realistis. Apalagi, ujar dia, Pemerintah Indonesia saat ini juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka menghilangkan hambatan perdagangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita saat membuka Business Plenary Forum di Washington DC, Senin, juga optimistis nilai perdagangan Indonesia dan AS bakal melesat.
 
"Setiap kunjungan ke negara-negara lain saya membuat bisnis forum sehingga kunjungan itu bisa lebih efektif dan bermanfaat bagi perdagangan kita dan investasi kita. Demikian pula di AS ini," kata Enggar.
 
Mendag juga mengingatkan bahwa saat ini perdagangan dengan AS lebih memberikan keuntungan dan surplus yang besar bagi perekonomian Republik Indonesia.
 
Ia mencontohkan produk kedelai dari Amerika Serikat memiliki kualitas yang baik, sehingga dibutuhkan pengusaha tahu tempe di Tanah Air. Demikian pula, ekspor perhiasan Indonesia memiliki pasar terbesar ke AS.
 
Dari total perdagangan Indonesia-AS mencapai USD25,92 miliar tercatat surplus untuk Indonesia sebesar USD9,7 miliar. Sementara total perdagangan dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif sebesar 0,39 persen.
 
Pada 2017, AS merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-2 setelah Tiongkok dengan nilai USD17,1 miliar. Sedangkan produk ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang, karet alam, alas kaki, ban, dan pakaian wanita.
 
Sedangkan dari segi impor, AS menjadi negara sumber impor nonmigas ke-5 bagi Indonesia senilai USD7,7 miliar. Produk impor utama Indonesia dari AS, antara lain kacang kedelai, kapas, gandum, residu pabrik tepung dan limbah makanan, serta makanan olahan untuk hewan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif