Ekspor. MI/RAMDANI.
Ekspor. MI/RAMDANI.

Penyebab Pengiriman Barang via Laut Memakan Banyak Waktu

Ekonomi logistik
Nia Deviyana • 27 Februari 2019 20:47
Jakarta: Tingginya tarif kargo udara memaksa sejumlah pengusaha logistik untuk mengalihkan pengiriman barang dari moda udara menjadi via darat atau laut yang ongkosnya relatif lebih murah. Namun, untuk pengiriman via laut diakui masih menemui hambatan sehingga waktu pengiriman menjadi cukup lama.
 
"Misalnya pengiriman memang hanya butuh waktu dua hari, tetapi bongkar muatnya butuh tiga hari, jadi total lima hari," ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia Budi Paryanto usai mengisi diskusi di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2019.
 
Kendati demikian Budi mengatakan 50 persen dari perusahaan logistik sudah mengalihkan pengiriman dari transportasi udara sebagai pilihan bisnis yang harus dihadapi. Hal ini bahkan sempat memicu konflik antara pengusaha dengan pihak airlines.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sempat terjadi friksi antara anggota kami dengan airliines, karena kami dianggap memboikot. Padahal, ini pilihan bisnis. Ketika kita tidak bisa menggunakan transportasi udara akibat harga yang tinggi, kami harus beralih," tukasnya.
 
Naiknya tarif kargo udara sempat mengundang polemik yang berdampak pada keberlangsungan usaha logistik.
 
Berdasarkan catatan Asperindo, kenaikan tarif kargo bervariasi mulai dari 70 persen hingga 352 persen sejak Juli 2018 hingga 14 Januari 2019.
 
Pada 2018, maspakai Garuda tercatat melakukan kenaikan tarif sebanyak empat kali, yakni Juni, Oktober sebanyak dua kali dan November. Sementara, kenaikan pada awal 2019 sudah terjadi sebanyak dua kali yakni, pada 1 Januari dan 14 Januari.
 
Misal tarif kargo ke wilayah Batam mengalami kenaikan dua kali lipat dari Rp7.500 pada Oktober 2018 menjadi 15.400 pada Januari 2019. Selanjutnya, Medan naik dari Rp8.200 menjadi Rp17.000, Palembang naik dari Rp2.100 menjadi Rp9.500, Jayapura naik dari Rp32.000 menjadi Rp61.500, Makassar naik dari Rp13.500 menjadi Rp28.700.
 
Selain mengalihkan peta pengiriman ke jalur darat dan laut, Asperindo tengah menjajaki alternatif sewa pesawat atau freighter. "Kami sedang menyiapkan freighter bekerja sama dengan beberapa airlines untuk kita sewa. Sudah ada tiga airlines yang kita jajaki dan kemungkinan besar awal bulan ini mulai dipergunakan," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif