Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam (Foto:Dok.DPR RI)
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam (Foto:Dok.DPR RI)

Pemerintah Diminta Waspadai Aliran Dana Hot Money

Ekonomi berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 12 April 2019 21:03
Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai derasnyaarus dana portofolio investasi asing jangka pendek (hot money). Idealnya, dana masuk dalam bentuk investasi langsung.
 
"Karena lebih stabil dan memberi manfaat lebih banyak bagi perekonomian," kata Ecky dikutip Dpr.go.id, Jumat, 12 April 2019.
 
Ecky menjelaskan, kerugian dana yang masuk melalui hot money ialah bisa dibawa keluar setiap saat. Kondisi tersebut berdampak buruk terhadap sektor keuangan dan ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini berpotensi menimbulkan guncangan atau shock bagi sektor keuangan dan ekonomi jika terjadi penarikan serentak keluar, atau sudden reversal pada beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
 
Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), aliran dana asing melalui portofolio investasi asing jangka pendek dari awal tahun hingga akhir Maret hampir Rp90 triliun. Aliran tersebut masuk ke berbagai instrumen, di antaranya pasar surat berharga negara (SBN), saham, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
 
Masuknya dana di atas membuat cadangan devisa pada akhir Maret sebesar USD124,5 miliar atau naik USD1,2 miliar. Pada Februari 2019, cadangan devisa berada di angka USD123,3 miliar.
 
Ecky menyebutkan, sejauh ini dana yang masuk tersebut berdampak positif. Terdapat peningkatan cadangan devisa sehingga keuangan negara untuk membayar utang luar negeri dan pembayaran impor dalam kondisi aman.
 
“Tetapi risiko fluktuasi dan guncangannya ke depan harus diwaspadai dan dimitigasi secara serius. Harus ada upaya untuk mendorong investasi masuk ke sektor riil atau perlu kebijakan agar dana asing terparkir lebih lama,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
 
Ecky juga menilai, derasnya hot money lebih banyak menguntungkan negara berkembang. Sebab, didorong oleh berhentinya kenaikan Fed Fund Rate (FFR) dan meredanya ketegangan perang dagang Tiongkok versus AS.
 
Namun, kondisi tersebut bisa saja berubah. Sebab, ketidakpastian ekonomi global masih tetap tinggi dan ini bisa menjadi pemicu aliran keluar serentak.
 
"Kita juga mengkhawatirkan kalau derasnya hot money digunakan untuk menciptakan sentimen pasar dan menggiring opini hasil pemilu nanti. Ini harus benar-benar diwaspadai dampak guncangannya ketika terjadi penarikan serentak keluar atau sudden reversal,” ujar legislator dapil Jawa Barat III itu.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif