Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo

Markas Pusat OJK Segera Dibangun di SCBD

Ekonomi ojk
Ilham wibowo • 02 April 2019 16:26
Jakarta: Gedung baru sebagai kantor pusat operasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera dibangun di kawasan di lokasi LOT-1 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta. Gedung ini nantinya akan diberi nama Indonesia Financial Center.
 
Pembangunan gedung dua tower ini hasil kesepakatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersamaa OJK dalam pemanfaatan barang milik negara (BMN). Sebagian dari gedung perkantoran ini akan dimanfaatkan juga sebagai lokasi peningkatan sinergi sektor jasa keuangan.
 
"Dengan adanya peresmian ini kita akan berikan semangat sinergi membangun sektor jasa keuangan dan kontribusi maksimal pada negara ini," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya di SCBD, Jakarta, Selasa, 2 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penandatanganan nota kesepahaman tentang penggunaan BMN Kemenkeu dilakukan langsung oleh Wimboh bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kesepahaman yang disaksikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ini menandakan bahwa proses optimalisasi pemanfaatan aset negara terus dilakukan.
 
"Gedung ini nanti akan dimanfaatkan bersama meskipun yang akan tinggal lama OJK," kata Wimboh.
 
Melalui nota kesepahaman itu Kemenkeu memberikan hak kepada OJK untuk membangun gedung, fasilitas penunjang, dan sarana prasarana lingkungan pada BMN tersebut. Menurut Wimboh upaya ini merupakan wujud perhatian Pemerintah dalam mengakomodasi kebutuhan OJK serta sebagai bagian dari upaya dalam peningkatan peran OJK dalam mengatur, mengawasi dan melindungi sektor jasa keuangan.
 
Gedung baru ini dinilai memiliki arti penting setelah tujuh tahun didirikannya OJK untuk terus meningkatkan efisiensi dan kinerja. Selama ini, 3.000 pegawai di Kantor Pusat OJK menumpang di gedung milik Kemekeu dan BI.
 
"Pembangunan gedung ini dibiayai OJK dari hasil pungutan, dikontribusi dari sektor keuangan. Ini gedung bersama dari sumber kontribusi iuran setiap tahun dibayar," paparnya.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan gedung IFC ini masuk dalam Rp107 triliun total nilai aset yang dikelola Kemenkeu. Kehadiran gedung ini diharapkan nantinya bisa digunakan maksimal untuk kelancaran tugas OJK dan menunjang stabilitas sistem jasa keuangan.
 
"Kita telah lakukan salah satu pengelolaan aset Kemenkeu dalam bentuk pemanfaatan BMN dalam rangka menunjang tugas OJK yang sangat penting," kata Sri.
 
Kebutuhan penyediaan luasan ruang kerja ini juga mempertimbangkan konsep the highest and best use. Konsep yang akan dibangun dipastikan ramah lingkungan sebagai platinum green building sesuai dengan standar Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia).
 
OJK dan Kemenkeu juga sepakat untuk membentuk tim bersama dan secara bertahap akan mengadakan Probity Audit pengadaan barang atau jasa bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Tim bersama tersebut bertujuan untuk penyusunan regulasi, perizinan dan perencanaan gedung.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif