Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi (FOTO: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)
Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi (FOTO: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)

Menteri Budi Tunggu Klarifikasi soal Polemik Garuda

Ekonomi garuda indonesia kementerian perhubungan
Lukman Diah Sari • 30 April 2019 09:44
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menanggapi soal polemik yang dihadapi Garuda Indonesia. Terkait polemik tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator kini tengah menunggu klarifikasi dari pihak terkait.
 
"Kemenhub sudah mendapatkan laporan keuangan dari Garuda Indonesia, di situ dinyatakan pada 2018 dinyatakan untung," kata Budi, di Gedung Karya, Kemenhub, Jakarta, Senin, 29 April 2019.
 
Meski demikian, Budi menjelaskan pihaknya sebagai regulator menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi. Pihak yang dimaksud ialah Garuda Indonesia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi terkait lainnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Soal klarifikasi saya mendengar ada dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Komisi VI DPR, dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kami tunggu klarifikasi itu. Kami harapkan klarifikasi itu melahirkan rekomendasi," jelasnya.
 
Menurutnya yang paling penting sekarang ini adalah Kemenhub memastikan kelangsungan operasional Garuda Indonesia berjalan baik. Terlepas dari polemik itu, dia yakin, Garuda Indonesia bisa menyelesaikan segala perkara secara baik.
 
"Karena memang bidangnya, dan kami menunggu hasil klarifikasi tersebut," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Budi mengatakan, adanya ancaman mogok oleh para pekerja Garuda Indonesia tidak pernah ia terima secara langsung. Ia mengaku mengetahui ancaman itu justru dari media massa. "Dengan konteks itu, selaku regulator, agar (para pekerja Garuda Indonesia) menahan diri karena kalau demo bisa kontraproduktif bagi masyarakat dan mereka," tuturnya.
 
Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG), dan Dewan Pimpinan Cabang Awak Kabin sebelumnya berencana untuk melakukan aksi mogok dalam waktu dekat ini.
 
Ketua Umum Sekarga Ahmad Irfan menjelaskan dalam RUPST Garuda Indonesia, dua komisaris yaitu Chairul Tanjung dan Dony Oskaria yang mewakili PT Trans Airways dan Finegold Resources Ltd menyampaikan penolakan terhadap laporan keuangan perseroan periode 2018.
 
Meski ada penolakan, RUPST tetap mengesahkan laporan keuangan yang menyatakan bahwa Garuda Indonesia mencatatkan laba bersih sekitar Rp11,49 miliar. Alhasil, Ahmad Irfan melanjutkan, kedua komisaris tersebut berbicara di luar RUPST.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif