Tiga Sektor yang Patut Diwaspadai Perbankan
Sektor yang patut diwaspadai. Dok : MI.
Jakarta: Menjelang akhir tahun perbankan banyak lebih berhati-hati memberi pendanaan di beberapa sektor. Pasalnya, sektor-sektor tersebut memiliki catatan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tinggi.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Kiryanto mengatakan terdapat tiga sektor yang secara siklus memiliki rasio kredit bermasalah dengan angka tinggi. Tiga sektor itu adalah perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

"Yang perlu diwaspadai dari sisi sebagai perbankan, adalah sektor perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Bank-bank di Indonesia sekarang ekstra hati-hati untuk mendanai tiga sektor ini," kata Kiryanto dalam diskusi proyeksi perekonomian 2019, di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Karena hal itu, Kiryanto menyebutkan perbankan akan lebih selektif memberikan pendanaan kepada tiga sektor tersebut.  Sementara untuk sektor lainnya, ia kembali menambahkan, perbankan akan fokus memberikan pendanaan bahkan dijadikan target pendanaan.

"Yang tidak masalah ini yang menjadi target pendanaan perbankan," pungkas dia.

Seperti diketahui, hingga kuartal III-2018, BNI mencatatkan kredit sebesar Rp487,04 triliun atau tumbuh 15,6 persen dari periode yang sama tahun lalu. BNI mampu menekan rasio kredit bermasalah kotor atau non performing loan (NPL) gross menjadi dua persen dari posisi yang sama tahun lalu NPL gross berada di level 2,8 persen. BNI menargetkan NPL berada diposisi 2,3-2,7 persen di pengujung tahun.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id