Ilustrasi para pencari kerja. (FOTO: MI/Bary)
Ilustrasi para pencari kerja. (FOTO: MI/Bary)

Disnaker Mataram Pastikan Tak Ada PHK Pascagempa

Ekonomi phk
01 Januari 2019 12:42
Mataram: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan sampai saat ini tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan khususnya di Kota Mataram pascagempa bumi Lombok.

"Ini fakta, dan kami sudah bertemu serta turun langsung ke sejumlah perusahaan yang hasilnya pascagempa bumi sampai hari ini tidak ada terjadi PHK terhadap karyawan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Mataram, Umara Sri Rahmawati, di Mataram, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 1 Januari 2019.

Dia mengatakan dengan tidak adanya PHK ini, maka para pengusaha di Mataram dinilai cukup kooperatif menyikapi dampak dari bencana gempa bumi dan pemerintah juga sudah menyampaikan harapan tersebut jauh-jauh hari.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Untuk menyiasati tidak adanya PHK, perusahaan memberlakukan pengaturan sif kerja bagi karyawannya," ujarnya. Karena itu, lanjutnya, meskipun Mataram terdampak bencana gempa Lombok 7,0 Skala Richter, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kota Mataram berada pada kondisi yang baik.

Kondisi tersebut didukung oleh sinergitas ikhtiar antara Pemkot Mataram dan para pengusaha mampu mengantisipasi dampak buruk dari bencana tersebut pada aspek ketenagakerjaan.

Bahkan, mampu menciptakan peningkatan kondisi TPAK yakni 69,29 persen atau dengan 0,09 persen lebih tinggi dari capaian nasional yang berada pada 69,20 persen.

Adapun peningkatan pada aspek upah minimum kota (UMK) terbaru 2018 sebesar Rp1.885.637, naik dari 2017 sebesar Rp1.714.216. Bahkan pada 2019 sudah ditetapkan UMK sebesar Rp2.012.610.

"Tentunya kenaikan tersebut telah mempertimbangkan berbagai indikator kemajuan ekonomi daerah," katanya.

Menyinggung tentang angka pengangguran, Umara yang ditemui di sela sebuah kegiatan tidak dapat menyebut angka secara pasti. "Kalau data pasti harus saya lihat di kantor agar tidak salah," tambah dia.

Namun demikian, lanjutnya, untuk menekan angka pengangguran di Kota Mataram setiap tahun pihaknya menggelar bursa kerja gratis yang dinilai menjadi satu kegiatan yang positif dan produktif mengetahui seberapa besar lowongan kerja yang ada, peminat, dan seberapa besar warga yang belum bekerja.

"Belum bekerja bukan pengangguran, karena siapa tahu mereka ada aktivitas yang menghasilkan seperti jualan online yang tidak terdaftar. Jadi harus dibedakan," pungkasnya.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi