Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Promo Ojek Daring Perlu Diperketat

Ekonomi ojek online
Nia Deviyana • 21 Maret 2019 20:20
Jakarta: Pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis Univesitas Indonesia (UI) Andi Fahmi Lubis meminta pemerintah memperketat persaingan usaha dengan menerapkan regulasi terkait promo ojek daring.
 
Dia menilai, ketiadaan regulasi terkait promo yang diberikan perusahaan terhadap konsumen bisa memicu praktik predatory pricing atau permainan harga yang sangat rendah untuk menghilangkan pesaing secara terselubung.
 
"Secara konteks promo tidak termasuk predatory pricing. Tetapi yang namanya promo enggak sehat kalau diberikan terus-terusan. Promo kan idealnya saat perayaan 17 Agustus atau ulang tahun perusahaan," ujarnya saat mengisi diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi meminta pemerintah memperluas aturan mengenai persaingan usaha, tidak hanya fokus pada aturan tarif batas atas dan bawah, tetapi juga mengarahkan pelaku usaha untuk bersaing dengan cara meningkatkan pelayanan.
 
"Operator ojek online saat ini terjebak di persaingan harga sehingga melupakan persaingan tingkat layanan. Padahal persaingan sehat harus di tingkat layanan. Mana yang paling bagus, misalnya saat hujan bisa kasih jas hujan yang benar," urainya.
 
Predatory pricing yang dilakukan ojek online juga menjadi aduan yang masuk ke Komite Pengawas Persaingan Usaha. Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengaku tengah menyelidiki dugaan tersebut.
 
Guntur mengatakan saat ini sejumlah laporan masuk mengenai predatory pricing, dan telah masuk dalam tahap penelitian. Namun, pihaknya tidak bisa sembarang memvonis salah satu pihak atau aplikator.
 
Sebab, Undang-Undang Nomor 5 Tahun1999 tentang persaingan usaha tidak sehat menyatakan untuk pembutian hal tersebut harus mengikuti proses penyidikan, pemberkasan, penyelidikan hingga persidangan.
 
"Kami akan menjalani prosedurnya, kalau ada potensi perkara akan kami sidangkan," katanya, belum lama ini.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif