Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Nasabah Diminta Tunggu Upaya Penyelesaian Kasus Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Husen Miftahudin • 23 Januari 2019 20:36
Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir meminta nasabah pemegang polis bancassurance Jiwasraya menunggu penyelesaian tunda bayar polis JS Saving Plan. PT Asuransi Jiwasrya (Persero) bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tengah berupaya untuk menyelesaikan kasus tunda bayar polis jatuh tempo sebanyak Rp802 miliar.
 
"Kami yakin nasabah tetap tenang dan tetap menaruh kerpercayaan kepada manajemen dan Kementerian BUMN. Buktinya roll over (perpanjangan kontak) meningkat," ujar Inas dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Nasabah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya telah mengirimkan surat aduan kepada DPR dan pemerintah. Lewat koordinatornya, Rudhiyanto, mereka mendesak manajemen untuk segera membayarakan kewajiban polis atas nasabah-nasabah yang terdaftar di dalam surat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun dalam surat itu, Rudhiyanto tidak mencantumkan surat kuasa atas pemegang polis. Inas pun menilai Rudyantho tidak memahami karakteristik produk JS Saving Plan atau bancassurance yang dimiliki Jiwasraya.
 
Selain itu, Inas juga meragukan keabsahan jumlah pemegang polis yang terdaftar di dalam Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya. Pasalnya dalam surat aduan yang dikirim ke DPR, jumlah pemegang polis yang terdaftar tak lebih dari 30 orang.
 
Inas pun meminta nasabah untuk lebih waspada dan tak mudah terhasut oleh pihak-pihak yang ditengarai memiliki kepentingan di tengah upaya penyehatan Jiwasraya. Pihaknya pun berkomitmen untuk selalu mengikuti perkembangan Jiwasraya hingga hak-hak pemegang polis dapat terpenuhi dengan baik.
 
"DPR akan terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN agar hak-hak nasabah dapat dipenuhi. Manajemen pun sudah menjanjikan pembayaran polis JS Saving Plan bisa dilakukan bertahap sejak kuartal II-2019 untuk mereka yang tidak mau roll over," tutup Inas.
 
Jiwasraya sebelumnya menunda kewajiban polis untuk 711 nasabah dengan nilai Rp802 miliar. Pascaperombakan direksi, manajemen Jiwasraya yang baru menawarkan opsi perpanjangan kontrak dengan kompensasi pembayaran bunga di muka di level tujuh persen per tahun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi