Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya (kiri). (FOTO: Dok Modalku)
Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya (kiri). (FOTO: Dok Modalku)

Perusahaan P2P Incar UMKM

Ekonomi fintech
Nia Deviyana • 23 Januari 2019 21:07
Jakarta: Salah satu kendala majunya industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah sulitnya mendapat akses permodalan. Hal ini menjadi fokus perusahaan peer to peer lending (P2P) Modalku untuk lebih banyak menjangkau pengusaha mikro.
 
Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan perusahaannya mendapatkan total pendanaan sebesar Rp4 triliun dari investor di Asia Tenggara. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2,2 triliun telah dicairkan kepada pengusaha UMKM.
 
"Hal ini menunjukkan tingginya respons serta kebutuhan pasar UMKM terhadap pinjaman," ujar Reynold lewat siaran pers yang diterima Medcom.id, Rabu, 23 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini, Modalku fokus meneruskan visi menjangkau sebanyak mungkin UMKM dengan melakukan penetrasi lebih mendalam dengan produk-produk yang ada. Modalku memiliki layanan untuk kebutuhan UMKM yang berbeda-beda, termasuk pinjaman UKM, invoice financing yang didasari invoice/tagihan usaha, dan pinjaman merchant online lewat Saldo Prioritas.
 
Hingga saat ini, Modalku mencatat sekitar 60 ribu akun yang terdaftar, dengan 40 persen masuk dalam rentang usia milenial.
 
"Pendanaan bersifat jangka pendek, yaitu 1-24 bulan (tergantung jenis pinjaman), jadi investor (lender) tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kembali pokok dana beserta bunganya," paparnya.
 
Modalku termasuk layanan P2P lending di mana UMKM peminjam dipertemukan dengan pemberi pinjaman (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.
 
"Jadi dengan mendanai pinjaman UMKM, pemberi pinjaman ikut serta memberdayakan usaha lokal," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif