Para mantan menteri perdagangan berkumpul membahas strategi peningkatan ekonomi. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Para mantan menteri perdagangan berkumpul membahas strategi peningkatan ekonomi. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Enggar Rumuskan Strategi dengan Para Mantan Mendag

Ekonomi kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 11 Maret 2019 21:00
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyerap saran yang diberikan para tokoh yang pernah menjabat di posisi yang sama. Para mantan menteri perdagangan ini berkumpul dalam sebuah forum group diskusi.
 
Mulai dari Muhammad Lutfi, Bayu Krisnamurthi, Gita Wirjawan, dan Maria Elka Pangestu yang bertugas pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Rahardi Ramelan dan Muhammad Bob Hasan yang menjabat pada periode 1990-an, hadir dalam agenda tersebut. Bahkan, Arifin Siregar yang memegang jabatan pada masa Kabinet Pembangunan V juga turut serta.
 
Mengundang para senior, ucap Enggar, adalah hal krusial yang harus dilakukan demi mendapatkan masukan-masukan yang membangun bagi sektor perdagangan di Tanah Air.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beliau-beliau ini punya pengalaman di masa lalu dan hingga kini masih terus mengikuti perkembangan yang terjadi. Semua itu kita butuhkan untuk memajukan sektor perdagangan yang lebih hebat di masa mendatang," ujar Enggartiasto di kantornya, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.
 
Semua mantan menteri masih memiliki perhatian kepada isu pertumbuhan ekonomi bangsa. Saran disampaikan untuk sektor yang masih perlu dibenahi.
 
"Banyak hal, kami mendapatkan masukkan, catatan, baik berdasarkan pengalaman masa lalu. Saya mengapresiasi dan menikmati karena beliau masih mengikuti berbagai perkembangan baik perdagangan kancah internasional maupun kepentingan dalam negeri," ungkap Enggar.
 
Dalam kesempatan itu, Enggar menyampaikan pesan Arifin Siregar. Pejabat Kemendag saat ini ditekankan untuk seluruh memperbaiki daya saing.
 
"Caranya ialah dengan menarik investasi, membangun industri manufaktur yang kompetitif dan efisien. Tapi, itu juga tidak akan instan, harus ada jeda waktu hingga kita menikmati hasilnya," tutur Enggar.
 
Sementara dari sisi ekonomi kerakyatan, Bob Hasan mengatakan perlu ada upaya serius untuk bisa menyinergikan perusahaan-perusahaan besar dengan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di pedesaan.
 
Perusahaan besar harus bisa menjadi orang tua asuh bagi pelaku UKM sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa memiliki kualitas yang mumpuni dan akses pasar yang luas.
 
"Semua itu adalah masukan yang sangat positif. Saya senang semua pendahulu satu suara dan sangat peduli terhadap sektor perdagangan Indonesia," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif