Ilustrasi. FOTO: BitCongress
Ilustrasi. FOTO: BitCongress

Masyarakat Masih Perlu Edukasi tentang Cryptocurrency

Ekonomi cryptocurrency
Angga Bratadharma • 07 Desember 2019 14:29
Jakarta: Keberadaan cryptocurrency di Tanah Air tidak ditampik masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Meski demikian, ada yang meyakini cryptocurrency akan mampu tumbuh dan berkembang di Indonesia sejalan dengan berkembangnya teknologi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi atau mengakses sistem pembayaran.
 
"Jadi regulasi di Indonesia belum terlalu mendukung (cryptocurrency). Boleh dibilang se-Asia Tenggara regulasinya belum banyak didukung. Tapi, kita berharap nantinya ada regulasi yang mengatur dan kita sedang berbicara kepada pihak terkait (terkait regulasi yang mengatur cryptocurrency)," kata VP Commercial Tokoin Michael Handoko, Sabtu, 7 Desember 2019.
 
Menurutnya cryptocurrency lambat laun akan tumbuh dan berkembang lantaran teknologi semacam ini merupakan teknologi masa depan. Apabila transaksi sekarang dilarang menggunakan cryptocurrency, lanjutnya, namun tidak ada larangan untuk menggunakan blokchain. Pada aspek ini, pihaknya melihat ada hal yang bisa dibicarakan kepada regulator.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Blokchain tidak dilarang. Jadi regulasi seperti ini yang akan kita bicarakan pada mereka seperti ke Bank Indonesia atau ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagaimana caranya ke depan nanti blokchain itu punya regulasi," ucapnya.
 
Adapun blockchain adalah catatan transaksi digital berdasarkan strukturnya. Catatan individu, yang disebut blok, dihubungkan bersama dalam satu daftar, yang disebut chain (rantai). Blockchain digunakan untuk mencatat transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency, seperti Bitcoin, dan memiliki banyak aplikasi lain.
 
Di sisi lain, Miko, sapaan akrabnya, tidak menampik cryptocurrency masih belum maksimal dikenal masyarakat Indonesia. Tantangan pada titik ini yakni berkaitan dengan edukasi. Namun, Miko bersyukur pemerintah terus mengupayakan edukasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal digital dalam kebutuhan sehari-hari dan tidak lagi manual.
 
"Bagaimana mengajarkan teknologi blokchain ini bisa membantu. Pemerintah juga sudah banyak roadshow mengajarkan masyarakat dari manual ke digital atau namanya revolusi industri 4.0. Jadi bagaimana kita mengedukasi masyarakat ke digital," tuturnya.
 
Tantangan lainnya, masih kata Miko, adalah adanya pertanyaan mengenai lembaga penjamin. Dalam hal ini, masyarakat dan negara mempertanyakan lembaga penjamin di cryptocurrency. Adapun lembaga tersebut tidak ditampik memang dibutuhkan karena berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan saat menempatkan dana di cryptocurrency.
 
"Jadi ini persoalan di semua pihak. Termasuk negara bertanya ini yang jamin siapa. Maka kita kerja sama dengan pemerintah untuk some day kita berharap bisa di-backing pemerintah yang dalam hal ini BI," ucapnya.
 
Lebih lanjut, setelah sukses melakukan proses penjualan token melalui program Spotlight milik platform bursa kripto KuCoin, Tokoin kini dipercaya oleh KuCoin ikut membangun komunitas KuCoin di Indonesia, dalam upaya menciptakan adopsi blockchain secara masif dan menerapkan industrialisasi 4.0 di Indonesia.
 
Adapun tujuan awal terbentuknya Tokoin adalah guna mengakselerasi pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui implementasi blockchain yang nyata dan dapat dipakai sebagai solusi sehari-hari dalam menjalankan bisnis. Melalui Tokoin, para pelaku bisnis dapat melakukan pembukuan digital serta membangun profil bisnis digital.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif