Menperin Airlangga Hartarto minta pejabat baru menggenjot daya saing industri. Foto: Antara/M Agung Rajasa.
Menperin Airlangga Hartarto minta pejabat baru menggenjot daya saing industri. Foto: Antara/M Agung Rajasa.

Pejabat Baru Kemenperin Diminta Agresif Genjot Daya Saing Industri

Ekonomi kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 13 Juni 2019 13:21
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meminta jajarannya lebih agresif mendorong peningkatan daya saing industri manufaktur. Kontribusi sektor ini dinilai perlu terus menjadi andalan pertaruhan ekonomi nasional.
 
"Kami optimistis sektor industri manufaktur dapat tumbuh lebih agresif pada kuartal dua di tahun 2019 dibanding periode sebelumnya," kata Airlangga saat melantik empat pejabat eselon I di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Pejabat yang resmi mengemban tugas baru tersebut yakni Abdul Rochim sebagai Direktur Jenderal Industri Agro, Doddy Rahadi sebagai Direktur Jenderal Ketahaman, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional. Kemudian Eko Suseno Agung Cahyanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri dan Masrokhan sebagai Staf Ahli Bidang Komunikasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga meyakini pejabat yang terpilih memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam peningkatan sektor industri. Para pelaku industri pun diharapakan dapat terlayani dengan baik untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif."Pejabat yang terpilih harus memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas jabatannya," ujarnya.
 
Airlangga melanjutkan, saat ini Indonesia semakin dekat untuk menjadi pusat manufaktur di kawasan Asean. Pihaknya pun telah menyiapkan program seperti menetapkan kebijakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang merupakan standar acuan untuk mengukur kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke era industri 4.0.
 
Selain itu, penyiapan SDM Industri dan fasilitas industri melalui program vokasi industri yang link and match antara SMK dengan industri dan pelatihan e-Smart IKM juga telah dilakukan. Kemudian peta jalan Making Indoneia 4.0 ke seluruh dunia dengan menggandeng Hannover Messe selaku partner country sebagai platform strategis.
 
"Menyusun rancangan Peraturan Presiden tentang peta jalan Making Indonesia 4.0. dan juga regulasi terkait super deduction tax serta membuat ekosistem inovasi melalui pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0," ungkap.
 
Baca juga: Menperin Lantik Empat Pejabat Eselon I
 
Pertumbuhan perekonomian Indonesia pada triwulan I 2019 terbilang cukup baik sebesar 5,07 persen dengan kontribusi dari lapangan usaha industri pengolahan mendominasi sebesar 20,07 persen. Dari sisi investasi, kontribusi industri pengolahan terhadap PMDN sebesar 18,5 persen atau senilai Rp16,1 triliun dan 26 persen atau senilai USD1,9 miliar terhadap PMA.
 
Melihat kontribusi yang cukup signifikan terhadap total investasi di Indonesia, industri manufaktur ditargetkan akan memberikan kontribusi 22,7 persen ke total investasi, yang saat ini jumlahnya sekitar USD134,9 miliar.
 
"Saya mengharapkan kontribusi dan kerja sama saudara-saudara sekalian demi tercapainya program prioritas tersebut sehingga tercapainya tujuan dan sasaran Kementerian Perindustrian," ucapnya.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif