Ilustrasi UMKM di bawah binaan Bank Indonesia. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Ilustrasi UMKM di bawah binaan Bank Indonesia. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Tantangan UKM Lokal untuk Masuk Pasar Internasional

Ekonomi bank indonesia umkm
Eko Nordiansyah • 08 November 2019 13:17
Surabaya: Bank Indonesia menilai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki potensi besar untuk dipasarkan hingga ke luar negeri. Sayangnya sampai saat ini masih terdapat kendala yang menghambat produk-produk UMKM dalam negeri untuk bisa menembus padar internasional.
 
Kepala Perwakilan BI Singapura Ramdhan Deny mengatakan beberapa tantangan yang masih dihadapi UMKM memasuki pasar internasional, khususnya Singapura. Padahal Singapura merupakan tempat berkumpulnya pembeli internasional, sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi para pelaku usaha.
 
"Harga yang ditawarkan oleh UMKM Indonesia masih dinilai kurang kompetitif dibandingkan produk serupa dari kawasan Asia. Kelengkapan detail informasi produk juga belum dalam standar internasional," kata dia dalam seminar FESyar di Grand City Convex Hall, Surabaya, Jumat, 8 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, penjajakan minat dan peluang buyer potensial sebagai tindak lanjut partisipasi dalam event promosi investasi yang diselenggarakan masih kurang. Sehinnga, diperlukan peran dan dukungan regulator dalam mendorong kesiapan ekspor produk UMKM.
 
"Dukungan agregator dari pihak eksportir dan importir untuk percepatan ekspor produk UMKM ke pasar internasional. Pada intinya, UMKM diharapkan memiliki produk yang unik, bagus dan berkualitas, rajin ikut pameran, rutin melakukan kontak dengan buyer, serta sabar untuk melewati setiap prosesnya," jelas dia.
 
Oleh karena itu, dirinya menyarankan strategi pentahapan produk UMKM Indonesia memasuki pasar Singapura. Pertama, memberikan banyak kesempatan kepada UMKM bertemu dengan international potential buyer dengan melakukan berbagai pelatihan dan pertemuan dengan para buyer.
 
"Kedua, memfasilitasi business matching antara UMKM terpilih dengan international potential buyer. Lalu memonitor tindaklanjut tahap satu dan dua, termasuk memfasilitasi komunikasi lanjutan antara UMKM tertentu dengan potential buyer tertentu dalam rangka mempercepat realisasi transaksi," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif