Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani. Foto : Medcom/Eko N.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani. Foto : Medcom/Eko N.

Pengusaha Mengeluh Regulasi yang Masih Multitafsir

Ekonomi kadin
Eko Nordiansyah • 10 Oktober 2019 17:55
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengeluh soal ketidakjelasan regulasi yang ada di Indonesia. Ketidakjelasan aturan ini menyebabkan multitafsir antara dunia usaha dan pemerintah, sehingga perlu adanya penyempurnaan aturan.
 
"Pelaksanaan di lapangan itu yang belum berjalan semulus dengan yang diharapkan karena banyaknya multitafsir antara dunia usaha dan pemerintah," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Rosan mencontohkan, aturan tax holiday yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Dengan nilai investasi yang semakin besar, maka tax holiday yang didapat akan semakin lama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam ketentuan tersebut, nilai investasi Rp500 miliar-Rp1 triliun mendapat 100 persen tax holiday selama lima tahun. Kemudian untuk nilai investasi di atas Rp1 trilun-Rp5 triliun mendapat 100 persen tax holiday selama tujuh tahun.
 
"Pengusaha tanya ini kalau mereka investasinya Rp1 triliun masuk bracket yang mana nih? Kadang-kadang apakah bracket pertama dapat lima tahun, lima tahun keduanya dapat lebih tinggi lagi atau dihitungnya langsung saat investasi Rp3 triliun tapi selama tiga tahun," ungkapnya.
 
Dirinya menambahkan, dunia usaha bergerak sangat dinamis sesuai dengan kondisi ekonomi dunia. Saat ekonomi melemah, maka dunia usaha mengharapkan stimulus dari pemerintah. Sementara ketika terjadi peningkatan, maka tak masalah ada pengetatan aturan.
 
"Kebijakan-kebijakan yang tadi dikeluarkan seperti tax holiday, tax allowance yang memang kita butuhkan dan kepastian tidak adanya multitafsir menjadi hal yang sangat penting bagi kita untuk menarik investasi yang masuk ke Indonesia," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif