Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Gervin Purba.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Gervin Purba.

Kolaborasi, Strategi Pegadaian Tingkatkan Pendapatan

Ekonomi bumn pegadaian
Gervin Nathaniel Purba • 06 September 2019 13:10
Bandung: PT Pegadaian (Persero) fokus memperkuat kolaborasi atau sharing economy dengan sesama BUMN maupun swasta, UMKM, perguruan tinggi, maupun asosiasi. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menuturkan, kolaborasi membuka kesempatan untuk meningkatkan volume penjualan dan pemasaran produk masing-masing perusahaan.
 
"Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak. Sumber daya manusia (SDM) milik Pegadaian dapat dioptimalkan oleh semua pihak, sehingga sinergi untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence semakin nyata," ujarnya melalui keterangan resminya, Jumat, 6 September 2019.
 
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman antara Pegadaian dengan 21 perusahaan BUMN dan swasta yaitu PT Pos Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Bio Farma (Persero), PT Pindad (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero), PT INTI (Persero), dan PT Dian Megah Indo Perkasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KemudianYayasan Solusi Bersinar Indonesia, KUD Mitra Karya, Koperasi Citra Telekomunikasi, BULOG Regional Jawa Barat, PT Astra Internasional, Forum HR & GA Purwakarta, PT Jayamandiri Gemasejati, PT Istana Bandung Raya Motor, PT Tunas Mobilindo Perkasa, PT Mahligai Puteri Berlian, PT Sentra Yasa Prima, Sentra Anugrah Motor, dan Bintang Rejeki Motor.
 
"Di era revolusi digital 4.0 muncul tren ekonomi kolaborasi atau sharing economy yang melibatkan banyak pihak, dengan semangat saling mendapatkan manfaat," tambahnya.
 
Selain itu semua pihak dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha sesuai bidang masing-masing perusahaan.
 
"Kita harus dapat saling berkolaborasi untuk solusi keuangan yang kompetitif melalui kerja sama dengan berbagai badan hukum, karena ke depannya masih banyak tekanan yang hadir dari era disrupsi," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif