Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag Sri Agustina saat meninjau harga ayam di pedagang Pasar Minggu. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag Sri Agustina saat meninjau harga ayam di pedagang Pasar Minggu. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Memantau Harga Komoditas Pangan Jelang Lebaran

Ekonomi bahan pokok kementerian perdagangan
Nia Deviyana • 29 Mei 2019 10:49
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemantauan ketersediaan dan bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran di beberapa pasar. Salah satunya di Pasar Minggu. Dari hasil pemantauan, persediaan kebutuhan pokok jelang Lebaran tercatat memadai.
 
"Beras tersedia dengan cukup. Rata-rata pedagang di Pasar Minggu ini punya stok antara 3-4 ton untuk satu minggu, yang 60 persen rata-rata beras medium yang dibutuhkan masyarakat menengah ke bawah. Selebihnya beras-beras premium," ujar Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag Sri Agustina saat melakukan pemantauan di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Adapun mengenai harga, Sri melihat masih tergolong stabil lantaran ada beberapa pasokan dari Badan Urusan Logistik (Bulog). Begitu juga dengan harga daging ayam yang berada di kisaran Rp30 ribu-Rp32 ribu per kilogramnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indikasinya dengan Pasar Minggu ini kelihatannya cukup. Untuk harga masih wajar dan terjangkau," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Sri mengatakan terus memantau harga bawang putih yang sempat melonjak dan menyumbang pada inflasi. Berdasarkan hasil pemantauan, harga bawang putih sudah bisa diredam, utamanya setelah pasar mendapat pasokan sebanyak 3,6 ton.
 
"Tadinya tinggi antara Rp70 ribu-Rp80 ribu pada awal-awal puasa, sekarang antara Rp40 ribu untuk jenis canon, dan Rp50 ribu untuk jenis kating," imbuhnya.
 
Sri menargetkan ke depan harga bawang putih bisa berada pada kisaran Rp32 ribu di pasar rakyat dan Rp35 ribu di pasar modern.
 
Di sisi lain, Sri mengakui ada pergerakan harga gula pasir di tengah stabilnya harga komoditas lainnya. Sri merinci ada kenaikan sebesar Rp500 karena meningkatnya permintaan selama Ramadan.
 
Kendati demikian, Sri menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan memastikan distribusinya terpenuhi. "Sampai Lebaran Insyaallah, cukup. Kita minta HET Rp12.500 per kilogram. Tadinya ada Rp13 ribu per kilogram. Naik sekitar segitulah," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif