Illustrasi. MI/Panca S.
Illustrasi. MI/Panca S.

BUMN Klaim akan Dukung Eksistensi Pos Indonesia

Ekonomi bumn
Annisa ayu artanti • 23 Juli 2019 20:07
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku akan mendukung PT Pos Indonesia (Persero) untuk melakukan transformasi bisnis sebagai upaya penyehatan kembali perusahaan.
 
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan transformasi bisnis yang harus dilakukan saat ini adalah mengubah model bisnis dari sebelumnya pengiriman surat menjadi pengiriman paket.
 
"Kalau dia restrukturisasi bisnis tentunya pasti akan di-suppport kementerian BUMN, selama itu untuk dia lebih sehat," kata Harry di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu perbaikan bisnis juga harus dilakukan dalam bisnis transaksi giro. Menurutnya, bisnis ini semakin tergerus zaman.
 
"Gironya dan pembayaran-pembayaran yang lain. Itu banyak sekali. Jadi yang harus dilakukan, dia harus melakukan bisis diluar itu, karena surat sudah habis," ucap Harry.
 
Meski demikian, Harry tidak menyebutkan konkrit dukungan apa yang akan diberikan pemerintah kepada Pos Indonesia. Begitu juga dengan upaya penyuntikan dana tambahan untuk membantu upaya transformasi.
 
"Kalau PMN itu kan harus ke DPR kalau DPR menganggap usulan yang dilakukan oleh PT Pos itu memang harus dilakukan, pemerintah juga mensupport dan menyampaikan ke DPR," ucap Harry.
 
Lebih lanjut, dalam upaya transformasi justru PT Pos dianggap memiliki banyak kendala. Kendala utama adalah kesiapan infrastruktur perusahaan yang tidak memadai dan pola pikir karyawan perusahaan yang masih kolot.
 
"Dia (PT Pos) harus jadi paket, itu berubah semua. Timbangan berubah, orangnya berubah, sortingnya harus berubah. Kemudian mindset mereka (karyawan) salah satu utamanya adalah SDM," tukas Harry.
 
Sementara dalam wawancara dengan Medcom.id, Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengungkapkan, pemerintah yang tidak mendukung upaya transformasi Pos Indonesia.
 
"Sampai hari ini enggak ada. Belum ada lah effort pemerintah untuk mendudukkan ini dalam sebuah konteks penyehatan ini belum ada," ungkap Gilarsi.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif