Sumbangsih Habibie terhadap Demokrasi dan Ekonomi
'Demokratisasi Tak Boleh Henti' di Habibie Center Building, Kemang Selatan, Jakarta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dianggap memberi sumbangan terbesar pada transformasi Indonesia menjadi negara demokratis. Presiden ketiga Republik Indonesia itu berperan untuk menyinergikan perkembangan demokrasi serta ekonomi pascareformasi.

"Habibie memberikan sumbangan besar pada menjadikan Indonesia negara demokratis, juga mengantarkan bersinerginya antara perkembangan demokrasi dan ekonomi," ujar Pengamat Ekonomi Umar Juoro di The Habibie Center, Kemang Selatan, Jakarta, Minggu, 24 Juni 2018.

Umar mengatakan perkembangan ekonomi menjadi saling berkesinambungan dengan demokrasi. Keputusan-keputusan Habibie mampu mengendalikan sistem perbankan nasional di era kepemimpinannya.

"Krisis 1998 dapat dipulihkan dengan inflasi terkendali, rupiah yang sempat anjlok menguat kembali dan stabil serta berfungsinya sistem perbankan dan serta kegiatan produksi dan distribusi berjalan kembali," ujar Umar.

Umar menjelaskan, Habibie mengenal 'istilah pesawat yang jatuh' yang berarti segala kondisi krisis bisa distabilkan dan mampu kembali terbang dengan normal. Pemikiran Habibie dianggap out of the box sebagai presiden dari kalangan engineering.

"Pandangan beliau saat dia jadi presiden mementingkan sumber daya manusia dan teknologi bagi perkembangan bangsa ini kedepannya. Segala sesuatu perlu dipikirkan matang-matang menghadapi segala kemungkinan masalah negara," ujar Umar.

 

(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id