Semester I-2018, Realisasi Penyaluran KUR Rp64,6 Triliun
Illustrasi. MI/RAMDANI.
Jakarta: Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan semester I sebesar Rp64,6 triliun. Realisasi ini telah mencapai 55,2 persen dari target penyaluran sebesar Rp117,08 triliun di tahun 2018.

"Agresivitas capaian KUR tersebut juga diikuti dengan terjaganya tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) di angka 0,01 persen," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu 8 Agustus 2018.

Penyaluran KUR untuk usaha mikro masih memiliki porsi yang paling besar mencapai Rp 41 triliun atau 63,5 persen dari penyaluran KUR, diikuti dengan KUR usaha kecil Rp 23,3 triliun atau 36,1 persen, dan KUR untuk TKI sebesar Rp231 miliar sebesar 0,4 persen.

Untuk penyaluran KUR menurut wilayah, Pulau Jawa masih mendominasi penyaluran KUR sebesar 54,9 persen, diikuti Sumatera 19,4 persen, Sulawesi 10 persen, Bali dan Nusa Tenggara 7,1 persen, Kalimantan 6,4 persen, serta Maluku dan Papua 2,2 persen.

Untuk mendorong optimalisasi penyaluran KUR, khususnya di sektor produksi serta pencapaian target penyaluran KUR di tahun 2018, Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM juga menambah plafon penyaluran KUR tahun 2018, menjadi sebesar Rp123,53 triliun.

"Penambahan plafon penyaluran KUR tahun 2018 tersebut juga memperhatikan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Diharapkan hal tersebut dapat membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau," pungkas dia.

Sementara sejak tahun 2015, nilai KUR yang telah disalurkan sebesar Rp277,4 triliun dengan outstanding sebesar Rp130,8 triliun kepada 11,8 juta pelaku UMKM. Capaian tersebut juga diikuti dengan terjaganya NPL KUR pada level 1,06 persen.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id