Akhir 2018

Pinnacle Investment Bakal Keluarkan Kembali ETF Terbaru

Dian Ihsan Siregar 30 Mei 2018 14:36 WIB
investasi
Pinnacle Investment Bakal Keluarkan Kembali ETF Terbaru
Illustrasi (ANT/M Agung Rajasa).
Jakarta: PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment)‎ berencana menerbitkan kembali reksa dana exchange traded fund (ETF) ‎yang mengacu pada salah satu indeks dari tiga indeks yang sudah dirilis oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal IV-2018. Pada 17 Mei 2018 lalu, bursa telah meluncurkan tiga indeks baru, yakni ‎IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20), IDX BUMN20 dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).

"Saat ini kami tertarik untuk memilih salah satu dari tiga indeks yang baru-baru ini diterbitkan BEI. Rencananya, ETF yang baru ini akan keluar pada kuartal keempat tahun ini‎," ucap President & CEO Pinnacle Investment Guntur Putra, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Hingga saat ini perseroan sedang mengkaji k‎etiga indeks tersebut untuk dijadikan acuan bagi produk baru ETF Pinnacle yang akan keluar di akhir 2018. Namun, Guntur tidak mau menyebutkan salah satu dari ketiga indeks tersebut yang paling potensial bisa dijadikan sebagai acuan ETF terbaru Pinnacle pada kuartal keempat mendatang.

"Kami belum bisa menyebutkan indeks mana yang akan dipilih. Kami sekarang ini sedang mengevaluasi ketiga indeks tersebut yang bisa dijadikan acuan ETF," terang Guntur.

Pada hari ini, ‎Pinnacle Investment kembali mengelurkan produk ETF (exchange traded fund) yang terbaru. Pada kali ini, perusahaan meluncurkan ETF yang memiliki kode XPID dengan acuannya menggunakan indeks IDX30.

Indeks IDX30 adalah salah satu indeks saham yang ada pada Bursa Efek Indonesia yang menghitung indeks rata-rata 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45.

Guntur mengatakan, ‎peluncuran XPID memberikan pilihan bagi pelaku pasar untuk memilih produk ETF. Industri pengelolaan reksa dan saham sendiri telah memiliki 19 produk ETF.

"Kali ini, kami memilih IDX30 sebagai acuan, karena indeks ini memiliki market cap dan likuiditas paling unggul dibanding ‎IDX lainnya," jelas Guntur.

Bahkan, bilang Guntur, saat simulsi dalam kurun 10 tahun terakhir ini, produk XIPD memiliki return yang lebih tinggi sebesar satu persen bila dibanding IDX30. "Padahal risiko ETF ini tetap sama dengan risiko di IDX30," terang dia.

Terkait dana kelolaan XPID dalam setahun, sambung dia, perusahaan tidak pernah menentukan, baik untuk dana kelolaan produk maupun keseluruhan. Namun, dia optimistis, kinerja produk ETF keenam yang diluncurkan perusahaan ini sangat bagus dan konsisten.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id