Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

BPS: Kapal Lebih Diminati Ketimbang Pesawat

Ekonomi transportasi bps
Ilham wibowo • 10 Juni 2019 15:20
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan transportasi nasional selama April 2019. Kenaikan jumlah penumpang terjadi pada angkutan laut.
 
"Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri April 2019 naik 5,30 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung 3 BPS Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.
 
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada April 2019 tercatat 1,8 juta orang atau naik 5,30 persen dibanding Maret 2019. Peningkatan tersebut terjadi di Pelabuhan Makassar, Tanjung Priok, Balikpapan, Tanjung Perak, dan Belawan masing-masing sebesar 16,08 persen, 9,93 persen, 9,49 persen, 4,91 persen, dan 0,93 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian jumlah barang yang diangkut pada April 2019 mencapai 25,4 juta ton atau naik 3,72 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar masing-masing sebesar 38,59 persen, 30,72 persen, 21,09 persen, dan 4,31 persen. Sebaliknya barang yang diangkut di Pelabuhan Balikpapan turun sebesar 3,25 persen.
 
"Selama Januari-April 2019 jumlah penumpang mencapai 6,9 juta orang atau naik 5,74 persen dibanding dengan periode yang sama di 2018. Demikian juga dengan jumlah barang yang diangkut naik 4,26 persen atau mencapai 96,4 juta ton," paparnya.
 
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada April 2019 sebanyak 5,7 juta orang atau turun 6,26 persen dibanding Maret 2019. Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang meliputi Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 10,43 persen, Soekarno Hatta-Jakarta 8,78 persen, Juanda-Surabaya 7,82 persen, Kualanamu-Medan 3,41 persen, dan Ngurah Rai-Denpasar 1,54 persen.
 
"Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno Hatta-Jakarta, yaitu mencapai 1,4 juta orang atau 24,81 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 443,5 ribu orang atau 7,84 persen," ungkapnya.
 
Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari-April 2019 mencapai 24,0 juta orang atau turun 20,50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 30,2 juta orang. Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 5,7 juta orang atau 23,87 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 2,0 juta orang atau 8,17 persen.
 
Suhariyanto melanjutkan, jumlah penumpang tujuan luar negeri atau internasional Mei 2019 juga turun 3,44 persen menjadi 1,5 juta orang dibanding Maret 2019. Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 22,09 persen, Soekarno Hatta-Jakarta 8,67 persen, dan Juanda-Surabaya 8,41 persen. Sedangkan kenaikan jumlah penumpang terjadi di Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 4,60 persen dan Kualanamu-Medan 2,49 persen.
 
"Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta-Jakarta yaitu mencapai 635,4 ribu orang atau 42,59 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 537,2 ribu orang atau 36,01 persen," tururnya.
 
Selama Januari-April 2019 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 5,9 juta orang atau naik 3,21 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 2,5 juta orang atau 42,68 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 2,1 juta orang atau 35,27 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif