Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.

Total Tertanggung Industri Asuransi Jiwa Capai 59,58 Juta Orang

Ekonomi asuransi jiwa
Angga Bratadharma • 11 September 2019 17:55
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membukukan total tertanggung industri asuransi jiwa sebanyak 59,58 juta orang di kuartal II-2019. Adapun angka itu meningkat sebanyak 11,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2018 sebanyak 53,2 juta orang.
 
"Meningkatnya jumlah tertanggung diakibatkan adanya peningkatan dari jumlah tertanggung kumpulan sebanyak 16,1 persen dan jumlah tertanggung perorangan sebanyak 3,2 persen di kuartal II-2019," kata Ketua Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen Freddy Thamrin, di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.
 
Kenaikan jumlah tertanggung, tambahnya, khususnya jumlah tertanggung perorangan pada kuartal kedua 2019 menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mulai meningkat terkait pentingnya asuransi jiwa semakin meningkat. Dalam hal ini, AAJI berharap kondisi ini bisa terus menguat di masa-masa yang akan datang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kuartal kedua 2019, lanjutnya, penetrasi asuransi jiwa yang dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk menunjukkan nilai di angka 6,7 persen. Sedangkan selama kuartal kedua 2017 sampai dengan kuartal kedua 2019 jumlah tertanggung mengalami kenaikan rata-rata sebesar 0,9 persen.
 
"AAJI terus berusaha untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan merekrut tenaga pemasaran yang handal dan berkualitas," tukasnya.
 
Terkait tenaga pemasar, Fredy memaparkan, jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa berlisensi pada kuartal kedua 2019 mencapai sebanyak 598.029 orang atau hanya tumbuh 0,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 603.605 orang.
 
"Dengan 90,8 persen dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan," tuturnya.
 
Berdasarkan saluran keagenan berlisensi pada kuartal kedua 2018 dan kuartal kedua 2019 tercatat saluran keagenan melambat 1,2 persen menjadi 543.034 orang dibandingkan dengan periode yang sama di 2018 sebanyak 549.354 orang. Bancassurance meningkat 2,2 persen menjadi 29.742 orang dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebanyak 29.096 orang.
 
"Saluran alternatif meningkat 0,4 persen menjadi 25.253 orang dibandingkan dengan periode yang sama di 2018 sebanyak 25.145 orang," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif