Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Iman Pribadi (tengah). Foto: istimewa.
Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Iman Pribadi (tengah). Foto: istimewa.

UMKM Perlu Memanfaatkan Teknologi Digital

Ekonomi umkm ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 29 November 2019 13:39
Jakarta: Pemerintah mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya. Terlebih di tengah era revolusi industri 4.0, UMKM diharapkan bisa terus bertahan teradap sejumlah tantangan yang ada.
 
Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Iman Pribadi mengatakan UMKM dari kelas menengah harus naik menjadi menjadi besar dan lebih besar lagi. Apalagi UMKM merupakan tulang punggung ekonomi.
 
"Harus ada program pemberdayaan UMKM. Dengan ini UMKM bisa menjadi koperasi dan UMKM yang modern, dan mengarah digital di tengah revolusi industri 4.0," kata dia dalam Seminar Nasional Arah Pembiayaan UMKM Pasca PBl 17/2015 di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 29 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan pemerintah ingin mendongkrak bisnis UMKM dengan dengan pemberdayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bahkan pemerintah pemberikan bunga rendah untuk KUR sehingga para pelaku UMKM bisa mendapatkan akses pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya.
 
"Industri seperti perbankan, penjaminan dan lainnya harus bisa berkolaborasi, sehingga produk-produk unggulan bisa berorientasi di pasar global. Integrasi UMKM juga diperlukan agar UMKM bisa punya daya saing dan berorientasi global bagaimana bisa menjadi pemain dunia," jelas dia.
 
Saat ini perbankan diminta meningkatkan porsi penyaluran kredit ke sektor UMKM sebesar 20 persen dari total kredit, sebagaimana tertuang dalam PBI No 17/12/PBI/2015 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan UMKM.
 
Assistant VP Economic Research BRI A. Eddy Tri Wibowo menambahkan perbankan masih sangat mungkin untuk dapat tumbuh dari sektor UMKM. Syaratnya, perbankan harus memperluas jaringannya, seperti yang dilakukan BRI dengan memanfaatkan jaringan dari Sabang hingga Merauke.
 
"Dengan jumlah tenaga pemasar lebih dari 34 ribu orang untuk kerja menggarap segmen UMKM ini. BRI mulai bergerak dari jaringan yang merata. Jadi, bank-bank masih sangat mungkin untuk tumbuh dari sektor UMKM, tapi masalahnya di jaringan. Kalau jaringan luas pasti tercapai," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif