Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Rakhmat Riyandi)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Rakhmat Riyandi)

Lima Cara Punya Rumah di Usia 25 Tahun

Ekonomi tips keuangan
Nia Deviyana • 25 Desember 2018 14:47
Jakarta: Properti menjadi investasi yang relatif aman dengan kenaikan harga yang cenderung stabil. Bahkan, properti seharga Rp400 juta pada 2016 secara rata-rata sudah bernilai Rp600 juta pada 2018.
 
Sayangnya, belum banyak milenial yang belum menyadari pentingnya berinvestasi dan lebih memilih memprioritaskan traveling untuk mendapatkan pengalaman baru. Padahal, usia yang produktif adalah saat yang tepat untuk mengumpulkan dana dan membeli rumah, di mana rumah yang dibeli bisa menjadi pendapatan berkelanjutan dengan cara disewakan.
 
Menunda membeli rumah hanya akan memperberat dana yang perlu dikumpulkan, apalagi jika kita tidak berinvestasi pada instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada harga rumah. Namun, mungkinkah milenial mempunyai rumah di usia 25 tahun? Tentu bisa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta, Selasa, 25 Desember 2018, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan agar bisa segera memiliki rumah.
 
1. Tentukan anggaran rumah yang akan dibeli
Tentukan target rumah yang sesuai dengan penghasilan. Jika sudah, Anda bisa memulai survei lokasi yang menyediakan rumah sesuai anggaran. Daerah Depok yang dekat dengan stasiun kereta api Citayam, misalnya, masih menawarkan rumah dengan harga Rp350 juta-an. Jika target membeli rumah sekitar lima tahun lagi, di mana kenaikan properti rata-rata sekitar tujuh persen per tahun, artinya Anda harus menyiapkan dana sebanyak Rp490 juta pada lima tahun mendatang.
 
2. Menabung uang muka dengan disiplin
Kesulitan utama milenial dalam membeli rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang menjadi persyaratan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, bagaimana caranya mengumpulkan uang muka tersebut?
 
Langkah paling awal adalah menabung dari penghasilan, dengan menetapkan jumlah tabungan yang akan Anda simpan setiap bulannya, yaitu minimal sebesar 30 persen dari penghasilan bulanan.
 
Anda juga bisa memanfaatkan fitur reksa dana auto-invest yang secara otomatis memotong rekening dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan agar diinvestasikan di instrumen reksa dana yang dipilih. Dengan membuat prosesnya otomatis, Anda akan menabung secara reguler dengan sendirinya. Apalagi jika dibandingkan menabung di tabungan, secara umum reksa dana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik.
 
3. Mencari penghasilan tambahan
Tentu sulit untuk mengumpulkan uang muka rumah jika hanya mengandalkan gaji utama yang jumlahnya habis untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sebab itu, mencari penghasilan tambahan bisa jadi alternatif yang bisa Anda lakukan.
 
4. Mulai berinvestasi
Menyimpan uang dan membiarkannya mengendap di tabungan dalam jangka waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang bijak untuk dilakukan. Mulai lah mencoba untuk melipat gandakan uang dengan cara berinvestasi. Anda bisa memulai dengan ikut menanam modal di usaha yang dikelola teman atau keluarga. Jika Anda merasa itu terlalu berisiko, Anda bisa menginvestasikan uang dalam bentuk investasi yang lebih aman, seperti emas, deposito, dan reksadana.
 
5. Menghemat biaya hidup
Untuk dapat mengumpukan dana uang muka pembelian rumah, biasakan mengelola keuangan dengan seimbang, pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan. Adapun pengeluaran yang paling mudah ditekan adalah dengan mengurangi makan di restoran atau kafe.
 
Selain itu, jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan, apalagi barang yang dibeli tidak bersifat wajib. Pertimbangkanlah untuk membeli barang bekas pakai yang menawarkan harga terjangkau.
 
Selain itu, biaya transportasi juga menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar. Catat pengeluaran dan evaluasi secara berkala agar mencapai target yang telah ditentukan.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi