Ilustrasi: Medcom
Ilustrasi: Medcom

OJK Catat Laba Industri Gadai Capai Rp792 Miliar

Ekonomi ojk pegadaian
Angga Bratadharma • 03 Mei 2019 19:01
Bandung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri gadai mencetak laba sebesar Rp792 miliar hingga Maret 2019. Perolehan tersebut meningkat sebanyak 9,69 persen dibandingkan dengan Maret 2018.
 
Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus OJK Supriyono mengatakan OJK terus mendorong agar industri gadai mampu tumbuh lebih maksimal di masa mendatang. "Laba PT Pegadaian (Persero) menjadi pembentuk laba terbesar industri gadai yaitu sebesar Rp0,79 triliun, sedangkan perusahaan pegadaian swasta diketahui masih merugi yaitu sebesar Rp0,006 triliun," kata , di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Dalam pelatihan dan gathering OJK dengan tajuk 'Kebijakan Perusahaan Pegadaian', ia menambahkan, total aset industri gadai mencapai Rp55,7 triliun hingga Maret 2019 atau meningkat sebanyak 10,05 persen dibandingkan dengan posisi Maret 2018. Sedangkan total liabilitas meningkat sebanyak 9,91 persen di Maret 2019 dibandingkan Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total ekuitas mencapai Rp20,986 triliun atau meningkat sebanyak 10,16 persen dibandingkan dengan Maret 2018. ALE Pegadaian menjadi penyusun ALE terbesar industri gadai yaitu untuk aset 99,39 persen (Rp55,4 triliun), liabilitas sebesar 99,3 persen (Rp34,5 triliun), dan ekuitas sebesar 99,66 persen (Rp20,9 triliun)," ucapnya.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan, kegiatan usaha gadai mencapai Rp30,3 triliun atau meningkat sebanyak 1,41 persen dibandingkan dengan Maret 2018. Kegiatan usaha fidusia mencapai Rp5,09 triliun atau meningkat sebanyak 59,89 persen dibandingkan dengan Maret 2018. Kegiatan usaha lainnya turun sebanyak 95,42 persen dibandingkan dengan Maret 2018.
 
"Kegiatan usaha syariah mencapai Rp8,02 triliun atau meningkat 43,46 persen dibandingkan dengan Maret. Penyaluran pinjaman Pegadaian menjadi penyusun terbesar industri pegadaian yaitu untuk gadai 99,25 persen (Rp30,16 triliun), fidusia 99,03 persen (Rp5,04 triliun), lainnya sebesar 56,48 persen (Rp0,006 triliun), syariah sebesar 100 persen (Rp8 triliun)," tukasnya.
 
Saat ini, OJK mencatat terdapat 96 pelaku usaha gadai di Indonesia. Jika dirinci, sebanyak 72 pelaku usaha gadai sudah terdaftar dan sebanyak 24 usaha gadai sudah berizin. Terkait persebaran, 77 pelaku gadai berada di Jawa, sebanyak 14 ada di Sumatera, dan sebanyak dua pelaku gadai berada di Kalimantan.
 
"Kemudian sebanyak dua pelaku gadai ada di NTT, dan sebanyak satu pelaku gadai ada di Sulawesi," tuturnya.
 
Lebih lanjut, OJK terus berupaya mendorong percepatan pendaftaran industri gadai. Di antara yang dilakukan adalah sosialisasi kepada pelaku usaha pegadaian sebanyak sembilan kali di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Medan. Kemudian, pemuatan daftar perusahaan pegadaian yang terdaftar dan yang telah mendapat izin usaha di website OJK. 
 
"Lalu, melakukan strategi kehumasan antara lain penyebaran brosur kepada pelaku usaha pegadaian swasta, media briefing, pembuatan infografis untuk media cetak dan media sosial, dan siaran radio. Kemudian, mengundang/memanggil pelaku usaha pergadaian swasta agar segera melakukan pendaftaran/perizinan," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif