Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Hilman Tisnawan (FOTO: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Hilman Tisnawan (FOTO: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

BI: Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta Solid

Ekonomi bank indonesia
Ahmad Mustaqim • 09 Mei 2019 08:46
Yogyakarta: Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta dalam koridor yang baik. Selain presentasenya yang lebih tinggi ketimbang nasional, sejumlah sektor ekonomi pun terlihat tumbuh sesuai harapan.
 
"Realisasi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY pada triwulan I-2019 melanjutkan capaian pertumbuhan tertinggi sejak perubahan tahun dasar PDRB 2010, yaitu 7,50 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BI-DIY) Hilman Tisnawan, di kantornya, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Angka tersebut, kata dia, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 7,39 persen maupun periode yang sama tahun sebelumnya, 5,41 persen. Selain itu, kinerja perekonomian DIY juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional maupun Jawa secara agregat, yang tumbuh sebesar 5,07 persen dan 5,66 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi DIY sebagian besar didorong konsumsi swasta dengan proporsi mencapai 68 persen. Hal itu diikuti investasi dan belanja pemerintah.
 
"Meskipun secara umum konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur perekonomian DIY. Andil pertumbuhan terbesar untuk pertumbuhan PDRB DIY sejak triwulan III-2018 bersumber dari investasi seiring dengan maraknya pembangunan proyek infrastruktur strategis yang mendorong pesatnya pertumbuhan kinerja investasi di DIY," kata Hilman.
 
Berdasarkan data historis, lanjutnya, perkembangan investasi cenderung berlawanan arah dengan pergerakan konsumsi rumah tangga. Perkembangan tersebut yang mengimplikasikan dampak peningkatan investasi tidak langsung ditransmisikan pada peningkatan konsumsi rumah tangga di waktu yang bersamaan, namun baru dirasakan beberapa periode ke depan.
 
Stagnansi pertumbuhan konsumsi rumah tangga terjadi pada skala nasional sejak lima tahun terakhir. Hal itu dapat dilihat dari konsumsi rumah tangga yang hanya mampu tumbuh pada kisaran lima persen. Di sisi lain, di DIY, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada 2018 tercatat 3,95 persen, melambat dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 5,22 persen.
 
Menilik angka lain, Hilman melanjutkan, lapangan usaha di Yogyakarta masih berjalan baik. Industri pengolahan misalnya, tumbuh dari angka 3,98 menjadi 5,74. Dari sektor perdagangan besar dan eceran dari 5,70 menjadi 5,29. Lalu, jasa keuangan 8,34 tumbuh menjadi 15,93.
 
"Angkatan kerja naik 0,95. Penyerapan tenaga kerja ini terutama sektor formal. Tingkat pengangguran terbuka menurun. Pada Februari 2019, dari 3,35 menjadi 2,86," kata dia.
 
Lalu, perkembangan inflasi di DIY ada pada angka 2,61 persen pada triwulan I-2019. Menurut dia, kebijakan yang fokus untuk menjaga stabilitas harga terus diupayakan untuk menjaga permintaan domestik agar tetap tumbuh.
 
"Meskipun dari sisi demand terindikasi melambat, secara umum kinerja lapangan usaha utama di DIY masih tumbuh positif yang mengimplikasikan permintaan domestik masih baik, terutama pada sektor jasa," pungkasnya.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif