Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Jurus Pemerintah Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan

Ekonomi neraca perdagangan indonesia ekspor-impor
Eko Nordiansyah • 15 Februari 2019 15:44
Jakarta: Pemerintah memiliki jurus untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan tahun ini. Caranya adalah dengan mendorong sektor yang memiliki potensi ekspor tinggi sebagai antisipasi jangka pendek defisit neraca perdagangan.
 
"Kalau jangka pendeknya lebih istilah kita memilih komoditi yang mau didorong," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Dirinya menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan di beberapa sektor yang akan didorong ekspornya. Terdapat lima sektor yang jadi prioritas ekspor yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Indonesia tidak mengandalkan ekspor minyak sawit mentah (CPO) karena adanya kendala di beberapa negara tujuan. Di India ekspor CPO dipersulit, sedangkan di Tiongkok yang mengalami penurunan ekonomi tidak bisa diandalkan untuk ekspor sawit.
 
"Anda perhatikan kan kita enggak pilih kelapa sawit, karena kelapa sawit itu akan ekspor kita itu yang besar ke Tiongkok dan India. Oleh karena itu kita sedang merumuskan juga komoditi apalagi setelah itu," jelas dia.
 
Selain itu, Indonesia masih akan mencari sektor lainnya yang bisa diandalkan untuk ekspor. Hanya saja pemerintah akan mendorong produk yang dihasilkan dari industri, bukan ekspor sumber daya alam (SDA) mentah.
 
"Tapi ya kemana arahnya, (ekspor produk) industri. Ya tentu saha terutama itu tapi bisa juga ada produk-produk lain yang tidak termasuk itu. Ada juga hasil SDA, kita ingin mendorong seperti perikanan," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif