Pemerintah Upayakan Pangkas Ketergantungan Impor Aspal
Illustrasi. MI/Halim Agil.
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengkaji olahan crumb rubber atau serbuk karet untuk dijadikan bahan turunan. Hasil turunan dianggap mampu memangkas ketergantungan impor untuk campuran aspal.

"Kemenperin sudah lakukan uji mencampur karet dengan aspal, kita sudah punya beberapa loop line," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 20 November 2018.

Airlangga menyebut dirinya telah meminta asosiasi Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) untuk membuat olahan serbuk karet yang lebih tepat guna. Proses yang sesuai standar dibutuhkan untuk bisa memanfaatkan potensi karet nasional.

"Saya minta Gapkindo untuk mengurus bagaimana menggunakan crumb rubber karena harus melalui proses lagi, sehingga kita tanyakan asosiasi industri untuk menyiapkan itu," ungkapnya.

Pemerintah pun terus mendorong investasi terutama untuk sektor industri yang pertumbuhannya masih lesu seperti industri pengolahan serbuk karet. Kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI pun dilakukan untuk memikat investor.

Menurut Airlangga, belum banyak pelaku bisnis yang berani terjun di industri karet sejak 2012. Kemunculan pabrik pun hanya terbilang hitungan jari. Karenanya, serapan olahan karet pada aspal ini dilakukan sekaligus untuk mengurangi ketergantungan bahan impor.

"Karena kalau itu disiapkan lumayan ada serapan 5-7 persen dari kebutuhan aspal, sementara kebutuhan aspal hingga saat ini masih impor, ini menjadi bagian substitusi impor," paparnya.

Peningkatan produksi karet di sektor hulu juga dipikirkan dengan menjaga harga jual agar tidak terus turun. Proses penanaman kembali bakal dilakukan saat tingkat kebutuhan produksi karet telah meningkat.

"Kalau demand karet bisa naik dengan aspal tentu kita bisa pertimbangkan iuran ke Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dari situ dananya bisa kita tarik untuk replanting karet, itu sedang dibahas," pungkas dia.


 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id