Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (FOTO: Kementerian Perindustrian)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (FOTO: Kementerian Perindustrian)

Investasi Manufaktur Diyakini Semakin Menggeliat Usai Pemilu

Ekonomi pertumbuhan ekonomi investasi ekonomi indonesia industri manufaktur
Angga Bratadharma • 20 April 2019 14:31
Jakarta: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kondisi tersebut bukan tidak mungkin bisa memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
 
Bahkan dengan mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0, selain diproyeksi industri dapat tumbuh optimal, juga mendorong kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Ia menambahkan setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek priotitas yang segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas seperti di industri petrokimia.
 
"Selain itu, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri," kata Airlangga, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 20 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menerangkan, tren petumbuhan industri seusai pemilu akan terjadi, karena Indonesia adalah negara yang paling matang dalam penerapan sistem demokrasinya. Demokrasi yang matang menjadi modal pemerintah dalam menarik investasi dari luar negeri. Optimisme pembangunan yang digaungkan pemerintah saat ini juga penting untuk menarik investasi.
 
"Semua sektor industri akan running setelah pilpres dan pileg," paparnya.
 
Menperin meyakini, kondisi ekonomi, politik, dan keamanan di Indonesia masih tetap stabil dan kondusif. Sehingga akan mendukung berjalannya aktivitas usaha atau perindustrian semakin agresif. Apalagi, beberapa kebijakan baru akan diluncurkan untuk memudahkan pelaku industri berusaha di Indonesia dan melanjutkan kembali yang sedang terlaksana dengan baik.
 
Sebelumnya pada rapat terbatas Presiden Joko Widodo dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja, disebutkan bahwa Arab Saudi akan berinvestasi di sektor industri petrokomia senilai USD6 miliar atau setara Rp84,31 triliun. Rencana investasi ini telah dibicarakan oleh Presiden Jokowi dan pihak kerajaan Arab Saudi, saat presiden melakukan kunjungan Arab Saudi.
 
Arab Saudi ingin melakukan kerja sama untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi industri petrokimia di Asia Tenggara. Untuk itu, Presiden Jokoowi menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga pemerintah dan non kementerian yang terkait agar segera melakukan kajian untuk bisa memudahkan realisasi investasi tersebut.
 
"Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk memperdalam struktur manufaktur dari sektor hulu sampai hilir," ujar Airlangga.
 
Sebab, industri petrokimia menghasilkan berbagai komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan produk elektronika. Industri petrokimia juga turut memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
 
Kemenperin mencatat pada 2018, investasi di sektor industri kimia dan farmasi mencapai Rp39,31 triliun. Selain itu, kelompok industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menorehkan nilai ekspor sebesar USD13,93 miliar.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif